Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

Ujian Pemaparan 150 RW Terbaik, Lurah dan Tim Yakinkan Para Juri

06 November 2019, 17: 03: 06 WIB | editor : Wijayanto

SEMANGAT: Dewan juri Surabaya Smart City 2019 dan motivator Surabaya Selatan berfoto bersama dengan salah satu tim peserta Surabaya Smart City 2019 usai memaparkan beragam program dan inovasi ke hadapan juri di kantor DKRTH Surabaya.

SEMANGAT: Dewan juri Surabaya Smart City 2019 dan motivator Surabaya Selatan berfoto bersama dengan salah satu tim peserta Surabaya Smart City 2019 usai memaparkan beragam program dan inovasi ke hadapan juri di kantor DKRTH Surabaya. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Hari kedua ujian pemaparan 150 RW Terbaik Surabaya Smart City (SSC) 2019 berlangsung meriah. Hal ini dikarenakan masing-masing lurah telah mengetahui strategi pemaparan. Ujian pemaparan ini dilakukan mulai tanggal 4 hingga 8 November berlokasi di gedung A kantor Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH).

Kasubbag Pemberdayaan Masyarakat DKRTH Joelianto Mardias Putra mengungkapkan, jika kemarin para lurah masih meraba-raba, hari ini beberapa lurah ada yang telah membawa produk-produknya sekaligus suporter. Adapun produk yang dibawa khususnya terkait dengan produk usaha kecil dan menengah (UKM) wilayahnya.

"Hari ini 30 RW terbaik melakukan presentasi terkait keunggulan kampungnya yang tentunya masih mengutamakan tiga aspek dalam smart city. Yakni environment, society, dan economy," terangnya di Surabaya, Selasa (5/11).

Menurut Joelianto, pada penjuarin hari kedua ini, para lurah terlihat sudah mulai mengerti tentang smart society, smart environment, dan smart economy. Hanya saja substansinya masih perlu banyak belajar lagi.

"Contohnya saja apa sih yang dimaksud dengan komposter, pupuk organik, dan lainnya. Ada pemaparan mereka memang masih harus terus belajar. Tapi saya rasa tidak masalah karena ini kan ajang pertama," ujarnya.

Joelianto berharap, melalui ajang ini bisa menjadi pondasi bangkitnya wilayah-wilayah, khususnya kampung-kampung di Surabaya dengan kontribusi lurah terhadap daerahnya bisa saling bekerja sama. "Selain itu, sebagai rangsangan juga agar bisa maju bersama. Jadi lurah dan warga maju bersama-sama," ungkapnya.

Di samping itu, pihaknya juga mengaku senang karena programnya disambut baik oleh masyarakat. Adapun mengenai produk UKM yang dijurikan, Dinas Perdagangan (Disdag) memiliki beberapa masukan. Di antaranya masih belum banyak produk UKM yang telah terdaftar.

Selain itu, Disdag sendiri akan mengevaluasi penyebab banyaknya UKM yang belum terdaftar. Dari pihak Disdag juga akan sering mengadakan sosialisasi. "Produk mereka ini sudah bagus-bagus. Namun keterangan seperti kedaluarsa belum semuanya ada, padahal hal tersebut penting. Sehingga dari kami, pertemuan-pertemuan seperti ini sangat perlu sering diadakan, harus rutin, ujarnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia