Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Program Terbaru Pemkab Gresik

Gandeng USAID, Rilis Kampung Pudak Ayu Jaga Kebersihan Kakus

06 November 2019, 15: 54: 55 WIB | editor : Wijayanto

LAUNCHING : Wabup Qosim didamping Ketua TP PKK Gresik Hj Maria Ulfa Sambari (Empat dari kiri), Kadis PU, Camat Kota, serta Staf Konjen AS saat melaunching program Pudak Ayu.

LAUNCHING : Wabup Qosim didamping Ketua TP PKK Gresik Hj Maria Ulfa Sambari (Empat dari kiri), Kadis PU, Camat Kota, serta Staf Konjen AS saat melaunching program Pudak Ayu. (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik melaunching program lingkungan hidup yang baru, namanya Kampung Pudak Ayu. Program ini diresmukan Wakil Bupati Gresik Dr Mohammad Qosim dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik Maria Ulfa Sambari di Tugu Perum BP Wetan.

Hadir dalam launching itu Pejabat Konsulat Jenderal Amerika Serikat Theodore E Kulongoski serta sejumlah pejabat OPD Pemkab Gresik. Launching Kampung Pudak Ayu ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Wabup Qosim dan beberapa undangan yang lain.

Selanjutnya Wabup Qosim membuka kran pada mobil tanki penyedotan lumpur tinja dan melakukan penyedotan ke lubang septic tank menandai dimulainya program ini. Plt Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik, Satriyo mengungkapkan, program Kampung Pudak Ayu merupakan layanan lumpur tinja terjadwal di pemukiman warga.

Dikatakan, program ini hasil kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Gresik dengan Lembaga Bantuan AS (USAID) Indonesia Urban Water And Sanitation. Juga dengan Hygiene Penyehat Lingkungan Untuk Semua (IUWASH PLUS) serta beberapa pihak terkait.

"Program Kampung Pudak Ayu adalah nama untuk program penyedotan kakus untuk dasawisma secara kolektif, aman dan kontinyu. Program penyedotannya dilakukan secara kolektif dan terjadwal," terang Satryo.

Program ini, kata dia, dilaksanakan pada setiap dasawisma dengan berbagai kemudahan yaitu pembayarannya bisa diangsur atau patungan dalam satu kali penyedotan.

Wabup Mohammad Qosim menyatakan, kegembiraanya melihat semangat masyarakat Kelurahan Sidokumpul yang sangat antusias dengan program ini.

“Yang kita laksanakan saai ini adalah bagian dari kepedulian kita pada lingkungan dan kebersihan. Kegiatan ini semata untuk menjaga tersedianya air bersih dan satitasi yang aman.  Hal ini merupakan bagian dari ibadah, karena kebersihan sebagian dari iman,” tandas Wabup Qosim.

Wabup berharao, terbentuknya kampung Pudak Ayu nantinya tidak hanya menangani masalah lumpur tinja, namun juga membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan air bersih, sampah, sistem drainase, maupun pengembangan usaha mikro di dasawisma.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Gunawan Setijadi mengatakan pengelolaan tinja di Kabupaten Gresik dilaksanakan oleh UPT Pengelolaan Limbah Cair Domestik (PLCD) Dinas PUTR. Program ini sebagai tindak lanjut dan melengkapi program aplikasi Go Ploong yang telah mendunia.

Menurut Gunawan, pihaknya saat ini memiliki 1 unit Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Betoyoguci Manyar dengan kapasitas 45 mter kubik perhari, 2 truk armada sedot tinja (kapasitas 3 meter kubik dan 4 meter kubik). Tersedia 134 unit IPAL Skala Permukiman (5.182 sambungan rumah). Juga 589 armada tangki septik (775 sambungan rumah).

“Setelah kami sensus pada 2.000 rumah, yang berminat menjadi pelanggan 934 rumah. Kami bekerjasama dengan PKK dan dasa wisma ditingkat desa, karena penyedotan yang kami lakukan secara kolektif dan terjadwal untuk setiap dasawisma. Misalnya dalam setiap 3 tahun kami menyedot tinja untuk satu dasawisma. Pembayarannya bisa diangsur atau patungan dengan biaya yang sangat ringan” ungkap Gunawan.

Sebagai percontohan di Kelurahan Sidokumpul RW 06 dan RW 03 memiliki 27 Dasawisma dan saat ini telah terbentuk 27 Kampung Pudak Ayu dengan beranggotakan sebanyak 428 rumah. Dasa Wisma akan memperoleh SK dari kepala desa atau lurah untuk menjadi Kampung Pudak Ayu. Kemudian  diregistrasi di Dinas PUTR untuk mendapatkan sertifikat layanan lumpur tinja.

Peluncuran program Pudak ayu ini banyak mendapat perhatian dari berbagai institusi. Tampak hadir perwakilan USAID Indonesia, USAID IUWASH PLUS Alifah Lestari, Perwakilan dari PPLP Kementrian PU dan Perumahan Rakyat Perwakilan Balai Praswil, Bappeda, Dinas Perkim Provinsi Jawa Timur, perwakilan AUSAID PAO sAIIG Indonesia, dan beberapa Kepala OPD Pemkab Gresik. (*/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia