Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Gresik

Pendapatan R-APBD Gresik 2020 Dipaksa Rp 3,4 Triliun

06 November 2019, 15: 34: 35 WIB | editor : Wijayanto

Anggota Banggar DPRD Gresik, Musa

Anggota Banggar DPRD Gresik, Musa (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Kalangan DPRD Kabupaten Gresik masih terus membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) 2020. Hingga kemarin, pembahasan masih berlangsung. Kondisi ini membuat dewan menunda rencana Paripurna Penyampainan Pemandangan Umum (PU) Fraksi.

Hal ini seperti yang disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Gresik Fandi Akhmad Yani. Menurut dia, paripurna memang batal digelar kemarin. Pihaknya bakal menggelar paripurna hari ini. “Iya ditunda. Rencananya Rabu,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik Musa mengatakan penundaan paripurna lantaran hingga kemarin dewan dan pemkab masih belum menemukan titik temu target pendapatan APBD 2020. “Dari target sebesar Rp 3,6 triliun di KUA-PPAS, pemkab minta turun jadi Rp 3,2 triliun. Kami masih berusaha agar target dinaikan kembali,” ungkap dia.

Dari hasil pembahasan terakhir, target pendapatan pada APBD 2020 dipaksa naik menjadi Rp 3,4 triliun. Kondisi ini membuat pemkab harus melakukan perubahan terhadap target pendapatan disejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Karena awalnya Rpp 3,6 triliun maka kami menolak kalau diturunkan menjadi Rp 3,2 triliun. Kami minta diangka Rp 3,4 triliun,” terangnya.

Ditambahkan, pada rapat terakhir pemkab sepakat target APBD diangka Rp 3,4 triliun. Namun, ternyata kenaikan tersebut diarahkan untuk penambahan anggaran gaji pegawai. “Ini yang masih menjadi bahan pembahasan kami. Kalau seperti ini berarti percuma naik. Karena tidak menambah belanja untuk pembangunan,” imbuhnya. (rof)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia