Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Dukunnya Meninggal, Cinta Suami pun Menghilang

06 November 2019, 14: 17: 25 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Risiko cinta mengandalkan mantra dari dukun. Dukunnya meninggal, cinta pun hilang. Hal inilah yang dialami oleh Karin, 30. Seiring meninggalnya dukun panutannya, ia diceraikan oleh Donwori, 35. Loh kok bisa ?

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Ya bisa, wong cintanya Donwori ini tumbuh karena guna-guna dari dukun. “Jadi, dukun saya meninggal dua bulan lalu. Langsung gak menunggu lama, Mas Wori  sudah berubah. Yang awalnya sangat perhatian, jadi suka marah-marah gitu,” ujar Karin saat ditemui di ruang tunggu sebuah kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya.

Awalnya Karin juga tidak menyadari apa yang terjadi pada suaminya. Ia pikir awalnya, mungkin hanya stres dengan pekerjaan. Atau sedang punya masalah dengan rekannya. Tapi, kok terus-terusan marahnya. Bahkan, tanpa Karin duga, satu kata keluar dari mulut Donwori. “Koen wingi gawe opo kok aku gelem ngrabi koen,” begitu pertanyaan Donwori yang terus dia ulang setiap malam.

Dari pertanyaan demi pertanyaan setiap hari dari Donwori ini, Karin akhirnya baru teringat bahwa dulu, ia menggaet suaminya atas doa dari dukun yang ia aku-aku sebagai ustaznya. Karin sendiri yang mendatangi si dukun agar mata Donwori terbuka dan mau melihat Karin yang cantik di hadapannya.

Kala meminta kiriman doa-doa itu, Karin tidak dipesani apa-apa. Ia tak tahu kalau sihir kiriman dukun itu terhenti seiring kematian dari sang dukun. “Gak diwarah opo-opo pas pesen. Aku hanya diminta melakukan poso mutih, poso polo pendem, terus ngaji rutin. Gak ngertine sihire digowo mati Pak Ustaz,” ujarnya,  heran.

Karin sendiri mengaku terpaksa menggunakan bantuan dukun karena sudah putus asa mendekati Donwori. Digoda dengan cara apa pun, Donwori ini menter saja. Sombong sekali, jual mahal. Entah yang dia cari perempuan seperti apa.

Padahal Karin tak kurang-kurang. Mulai dari pendekatan ke orang tua, sahabat, dikode-kode dengan tatapan mesra dan tembakan langsung, Donwori tetap tak peka. Padahal kala itu, Karin sudah cinta mati dengan calon suaminya itu. Andaikan tidak dengan Donwori, ia memilih tak menikah saja. Hingga akhirnya ia akhirnya dikenalkan dengan ustaz ini.

Dan benar, dari doa-doa ustaz itu, sikap Donwori mulai melunak. Yang awalnya enggan sekadar diajak ketemuan jadi sering apel. Dan tak berselang lama, Donwori sendiri yang mengajak menikah.

“Tapi sekarang malah minta cerai. Dan blak-blakan bilang kenapa bisa dulu menikahi saya, duh gimana ini?” ungkapnya bingung.

Belajar dari pengalaman Karin, bahwa doa-doa dan guna-guna rupanya tak bisa unlimited seumur hidup. Mending cari alternatif untuk menggaet pria yang lebih aman dan tahan lama saja.

Pakai skincare, mungkin. Tapi yang mahal sekalian. Yang keluaran asli dari Korea. Kalau kulit sudah glowing ala-ala girlband Korea, niscaya pria-pria pada mendekat. Gak cuman Donwori yang sok jual mahal itu. Bukan begitu? (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia