Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Modus Cari Pelaku Tawuran, Sepeda Pelajar Dirampas

06 November 2019, 08: 17: 54 WIB | editor : Wijayanto

LAPORAN: Korban VGA bersama orang tuanya melaporkan kejadian perampasan sepeda di Polres Gresik.

LAPORAN: Korban VGA bersama orang tuanya melaporkan kejadian perampasan sepeda di Polres Gresik. (M FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Kasus perampasan sepeda angin disertai ancaman dialami VGA, 13, siswa kelas 7 SMPN 3 Gresik. Modusnya, pelaku perampasan berpura-pura mencari pelaku pelajar tawuran di Gresik.

 Kejadian itu terjadi di pintu masuk Dusun Jegong Kelurahan Singosari Kecamatan Kebomas Senin (4/11) sekitar pukul 13.00. Saat itu korban VGA akan pulang ke rumahnya. Kemudian, dua orang yang tak dikenal menghentikannya di depan musala sekitar.

Kedua pelaku pun melancarkan aksinya. Mereka berbagi tugas. Seorang pelaku mengajak korban naik motor. Membawa ke Alun-alun gresik. Dalihnya ingin menemukan keluarga pelaku yang baru saja jadi korban tawuran.

Dalam perjalanannya, korban VGA terus diancam. Jika tidak menuruti akan dicari dan dihabisi. Sementara pelaku lainnya, menunggu sepeda Polygonnya di musala.

"Mereka bilang kamu sayang sama jiwa ragamu atau tidak.  Jika sayang ikut saja," kata korban menirukan pelaku saat di Mapolres Gresik, Selasa (5/11).

Korban dibawa ke sebuah gang yang berada di Kelurahan Kauman dekat dengan Masjid Jami’ Gresik. Sesampainya di lokasi, korban diminta untuk menunggu sembari pelaku berdalih akan memanggil orang tua pelaku tawuran. "Saya tunggu sampai lebih dari dua jam pelaku tidak juga kembali,” ungkapnya.

Sementara itu, Rifai salah satu pengurus RT Kelurahan Kauman mengaku, langsung mendekati VGA saat kebingungan di lingkungannya. “Melihat korban kebingungan akhirnya saya antar dia ke rumahnya,” kata Rifai

Khawatir terjadi sesuatu kepada anaknya, Budi Susatyo, orang tua korban melaporkan peristiwa ini ke Polres Gresik. Dia berharap pelaku bisa tertangkap. Sebab sangat meresahkan. 

"Anak saya sempat shock. Saat saya tanya ke sekolah ternyata aksi seperti ini bukan kali pertama terjadi," terang Budi. (fir/han)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia