Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Nikah Dijodohkan, Bayangkan Mantan Saat Berhubungan Intim dengan Suami

06 November 2019, 03: 35: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Sudahlah, anak-anak zaman sekarang dibebaskan saja memilih pasangannya. Jangan dipaksa-paksakan. Jangan dijodoh-jodohkan. Saat ini, perceraian diputus tanpa pikir panjang. Dilakukan dengan gampangnya. Segampang top up Go Pay dengan mobile banking.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Seperti kisahnya Donwori, 32, dan Karin, 25. Pernikahan mereka baru setengah tahun, tapi sudah kandas gara-gara tak cinta. Terutama Karin yang belum bisa lepas dari bayang-bayang mantan.

Ya, pernikahan Karin dan Donwori memang digawangi karena perjodohan orang tua. Sayang sekali, pakai sistem paksaan ala Siti Nurbaya. Tanpa mendengarkan pendapat yang akan menjalani. 

“Salah sendiri, Bapak, Ibu sudah ngerti kalau saya sudah punya Mas Donjuan. Sudah pacaran tahunan, tetap maksa saja mau menjodohkan dengan yang itu (Donwori, Red),” keluh Karin, kesal, saat ditemui di ruang konsultasi pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya.

Karin menjelaskan, selama menikah dengan Donwori, ia menjalankan perannya sebagai istri karena terpaksa. Hanya untuk menggugurkan kewajiban saja. Pun ketika melayani suaminya di ranjang. Secara fisik sih ia bersama Donwori, namun ia tak mau terima kenyataan. Meski sedang begituan, yang ia bayangkan adalah Donjuan, mantannya.

Daripada mengiyakan ajakan Donwori berhubungan badan, Karin mengaku  lebih sering menolak. Donwori sendiri bukanlah tipikal pria pemaksa. Ia cenderung suka mengalah. Dari gelagatnya juga Donwori tipikal pria yang takut-takut kalau istrinya marah atau menangis.

Namun, terkadang Karin kasihan sendiri, sehingga setelah ditolak tiga dan empat kali, kalau sedang “tobat” ia mau menuruti permintan suaminya. “Merem tok sambil bayangin Mas Juan. Lek gak gitu aku nangis meratapi nasibku,” ujarnya blak-blakan.

Hubungan seksual yang selalu ia lakukan atas dasar keterpaksaan ini terjadi berbulan-bulan di awal pernikahan. Hingga tiga bulan menjelang perceraian, tak pernah terjadi lagi. Karena Karin terus terusan menolak ketika Donwori mengusulkan. Hingga ia mulai paham apa yang dimau Karin.

Bahkan, perceraian keduanya terjadi atas usulan Donwori. Yang entah peka dengan perasaan Karin, atau tak tahan punya istri tapi tak bersedia disentuh. Namun yang jelas, Karin mengaku tak merasa bersalah sama sekali. 

Baginya, namanya tidak suka dari awal,mau dipaksakan cinta seperti apapun tetap tidak suka. Mau sebaik apapun sikap suaminya, sepengertian apapun, sekaya apapun, gak akan ngaruh di hati. “Apalagi jarak umurnya jauh. Banyak tidak nyambungnya. Bikes(bikin kesel) poll,” pungkas Karin yang lebih muda tujuh tahun dari Donwori. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia