Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Ahmad Dhani Bantah Maju Pilwali Surabaya 2020

05 November 2019, 15: 59: 13 WIB | editor : Wijayanto

PILIH ISTIRAHAT: Ahmad Dhani seusai diadili di PN Surabaya beberapa waktu lalu.

PILIH ISTIRAHAT: Ahmad Dhani seusai diadili di PN Surabaya beberapa waktu lalu. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Musisi Ahmad Dhani menyatakan dirinya tidak akan maju pada Pemilihan Wali Kota Surabaya tahun 2020. Saat ini musisi asal Surabaya tersebut tengah fokus menjalani masa hukumannya di Rutan Cipinang, Jakarta.

"Dhani katakan dengan tegas tidak pernah ada niatan dan tidak pernah menyuruh siapa pun untuk menjadi calon wali kota Surabaya," kata Lieus Sungkharisma, teman dekat Dhani, selepas menjenguk pentolan Band Dewa 19 itu di Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Dalam pertemuan itu, Dhani meminta Lieus mengklarifikasi kabar soal dirinya maju dalam Pilkada Surabaya. "Dia pesan, gue enggak ada keinginan untuk itu," ucap Lieus menirukan pesan Ahmad Dhani.

Ahmad Dhani mengaku tidak pernah meminta siapa pun mengambilkan formulir pendaftaran di DPC Gerindra Surabaya. Bahkan, Ahmad Dhani mengaku tidak mengenal siapa yang mengambilkan formulir tersebut. "Jadi, berita itu tidak benar. Dia tidak pernah berkeinginan dan menyuruh siapa pun untuk mengambil formulir pendaftaran menjadi calon wali kota," tegas Lieus.

Lieus curiga ada pihak tertentu yang memanfaatkan nama mantan pentolan Dewa 19 ini. "Saya takutnya ada orang yang iseng gitu. Ahmad Dhani terus digoda, dalam tanda petik, untuk terus menjadi berita-berita dan nanti di-bully," ucapnya.

Ahmad Dhani masih mendekam di balik jeruji besi karena kasus penghinaan terhadap anggota Koalisi Elemen Bela NKRI. Dhani menyebut mereka sebagai "idiot" dalam vlognya setelah koalisi tersebut mengepung Hotel Majapahit, Surabaya, tempat Dhani menginap pada Agustus 2018.

Suami dari Mulan Jameela tersebut divonis bersalah melanggar Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang ITE. Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan hukuman satu tahun penjara kepada musisi pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada pemilu lalu tersebut. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia