Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Grab Bawa Kontribusi Rp 8,9 Triliun Bagi Ekonomi Surabaya

04 November 2019, 18: 10: 49 WIB | editor : Wijayanto

SINERGI: Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Fattah Jasin (kiri) didampingi oleh Deputy Head of Public Affairs Tirza Reinata Musunamy menunjukkan buku laporan dampak sosial Grab 2018-2019.

SINERGI: Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Fattah Jasin (kiri) didampingi oleh Deputy Head of Public Affairs Tirza Reinata Musunamy menunjukkan buku laporan dampak sosial Grab 2018-2019. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – Pesatnya perkembangan teknologi membuat Grab Indonesia terus berinovasi. Pasalnya, tuntutan dari masyarakat yang tidak lepas dari mobilitas dan konektivitas supercepat membuat super app ini ingin turut berkontribusi terhadap ekonomi digital melalui layanan-layanannya. Seperti mitra GrabCar, GrabBike, mitra merchant GrabFood, dan agen GrabKios.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia mencatat nilai ekonomi digital di Indonesia telah mencapai USD 40 miliar daripada tahun 2015 lalu yang hanya mencapai USD 8 miliar.

Sejalan dengan Kemenperin yang meningkatkan pertumbuhan nilai ekonomi digital, melalui Grab for Good yang diperkenalkan Grab, September lalu, pihaknya ingin agar masyarakat Asia Tenggara khususnya Indonesia dapat menjangkau seluruh akses krusial ke teknologi.

DISKUSI: Deputy Head of Public Affairs Tirza Reinata Musunamy (tengah) bersama Kepala Departemen Ekonomi CSIS Yose Rizal Damuri dan Pengamat ISEI Bambang Budiarto berdiskusi tentang manfaat Grab.

DISKUSI: Deputy Head of Public Affairs Tirza Reinata Musunamy (tengah) bersama Kepala Departemen Ekonomi CSIS Yose Rizal Damuri dan Pengamat ISEI Bambang Budiarto berdiskusi tentang manfaat Grab. (ISTIMEWA)

Dengan mudahnya akses sekaligus diimbangi peningkatan dan layanan digital, hal ini tentu bakal mendorong masyarakat menjadi bagian ekonomi digital yang tengah tumbuh pesat. 

Oleh karenanya, bersama dengan Riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, Grab menyebut kehadiran pihaknya di Indonesia telah memberi kontribusi ekonomi dan sosial.

Di Indonesia, kontribusi ekonomi Grab mencapai Rp 48,9 triliun melalui pendapatan para mitranya. Angka ini merupakan bagian dari kontribusi Grab di Asia Tenggara sebesar Rp 81,5 triliun. 

Kepala Departemen Ekonomi CSIS, Yose Rizal Damuri mengungkapkan, CSIS telah melakukan survei di lima kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan terkait kehadiran Grab.

“Hasilnya, kontribusi Kota Surabaya naik cukup signifikan yakni sebanyak Rp 8,9 triliun,” ujarnya saat pemaparan Diskusi Publik Grab bersama CSIS dan Tenggara Strategis, Senin (4/11).

Lebih lanjut dia menjelaskan, khusus di kota Surabaya, kontribusi terbesar dihasilkan oleh mitra GrabFood sejumlah Rp 4,2 triliun, diikuti GrabBike Rp 3,5 triliun, GrabCar senilai Rp 1,1 triliun, dan GrabKios individual dan toko sebanyak Rp 49 miliar.

Selama tahun 2018, pendapatan mitra pengemudi GrabBike meningkat sebesar 144 persen dan GrabCar sebesar 114 persen. Juga, penjualan mingguan mitra merchant GrabFood meningkat sebesar 34 persen.

“Bahkan Grab juga turut berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja. Sebelum bermitra dengan Grab, 38 persen mitra pengemudi GrabBike, 40 persen agen individual GrabKios, dan 35 persen mitra pengemudi GrabCar tidak memiliki penghasilan,” paparnya.

Sementara itu, Deputy Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Reinata Munusamy mengatakan, Indonesia siap menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar di Asia.

Menurutnya, jika sektor swasta secara aktif menciptakan program-program untuk komunitas lokal, maka teknologi dapat lebih dijangkau oleh lebih banyak orang.

“Grab ingin membangun platform yang inklusif. Hal ini telah menjadi komitmen kami untuk menciptakan dampak positif dan berkelanjutan di setiap negara tempat kami beroperasi. Apalagi  teknologi dan model bisnis juga telah memungkinkan penyandang disabilitas tetap menjadi tenaga kerja produktif dan mandiri,” pungkasnya. (rul/nin)

(sb/rul/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia