Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Mentang-Mentang Move On, Pakai Kaus Couple dengan Gandengan Baru

03 November 2019, 04: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Perceraian tak perlu diratapi. Cukup dijalani, sambil nunggu sidang di warung kopi. Enaaaaaak. Apalagi ditemani dengan gandengan baru. Hmm, makin strong menghadapi kenyataan hidup.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Belajar dari Karin, 26. Meski diselingkuhi dan ditinggal begitu saja oleh suami, ia selow. Kalau memang sudah tak sejalan, yo wes. Monggo pergi saja. No problemo. “Buat apa ditangisi, Mbak. Capek sendiri. Cukup kemarin saja sedihnya, sekarang yang bahagia-bahagia saja,”ujar Karin yang kemarin (28/10), duduk menunggu giliran konsultasi di sebuah kantor pengacara, dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya.

Karin mengaku, selama empat tahun menjalani hubungan rumah tangga, ia tak pernah hepi. Alasannya, Donwori, suaminya, sangat kasar. Sikap kasarnya ini, sebenarnya untuk menutupi ketidakmampuannya mencukupi kebutuhan rumah tangga. “Ya begitulah. Kalau tak minta jatah belanja, dia senjatane marah-marah. Cari selamat. Bilang aja gak bisa mencukupi,” ujar Karin, super kesal.

Mau mencukupi bagaimana, lanjut Karin, kerjaannya Donwori hanyalah tukang benerin AC panggilan. Yang kalau sedang dibutuhkan, ya kerja. Tapi kalau tidak dibutuhkan ya goleran di kasur atau tidak nongkrong di warkop. Tentu saja hasil rebahan demi rebahan itu tak nyucuk untuk biaya sehari-hari.

Karena tak mau makan angin setiap hari, walhasil Karin kerap berdebat dengan suaminya. Eh, mbok ya o kerja lebih rajin. Namun, Donwori egonya juga masih tinggi. Maunya jadi kepala rumah tangga hanya dihormati dan dilayani. Ia tidak terima kalau dipojokkan.

Kerap terlibat cekcok agaknya membuat Donwori makin tak betah di rumah. Awalnya, Karin juga bingung dan lupaan suaminya di rumah. Ia sempat mencari-cari suaminya juga. Ke mana perginya. Hingga suatu saat ketahuan kalau Donwori sudah punya gandengan yang lain. Bahkan, kabarnya si gandengannya ini mau diajak merantau ke luar kota. Demi mendengar ini, Karin tidak menunjukkan perasaan sakit hati sama sekali. Melainkan iba dengan pasangan baru Donwori. “Aku malah mesakne. Kok gelem ambek pengangguran. Mangan cinta gak wareg,” ujar Karin.

Belum selesai bercerita, ada seorang pria berbadan tegap dan berkulit sawo matang mendekat. Si pria ini dari kejauhan sudah main mesam-mesem saja. Eseman itu,  sempat membuat penulis salting beberapa saat hingga akhirnya kecele, karena sasaran senyumannya rupanya adalah perempuan berhijab yang duduk di sebelah penulis, yang tak lain tak bukan ya Karin.

Tak diragukan, dia pasti pasangan baru Karin. Kelihatan dari gelagatnya. Sempat duduk sebentar, si pria ini mengajak Karin beranjak dari nada yang dimanis-maniskan, bikin yang duduk di sebelahnya kena diabetes mendadak. Yang bikin makin kesal, jalan mereka gak santai pula. Harus gitu ya pamer kemesraan di depan umum dengan jalan gandengan begitu.

Sambil sirik, penulis mengamati dua sejoli itu berjalan menjauh. Lalu, baru tersadar. Lhoalah reeek, iku mau pakai kaos kopelan, Rek. Kaos polosan merah membara semembara cinta mereka yang sedang bersemi.  (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia