Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

PGN Fokus Tingkatkan Pemanfaatan Gas Bumi Jangka Panjang

02 November 2019, 14: 40: 49 WIB | editor : Wijayanto

ENERGI BAIK: Petugas sedang melakukan pengecekan rutin jaringan gas di Kabupaten Probolinggo.

ENERGI BAIK: Petugas sedang melakukan pengecekan rutin jaringan gas di Kabupaten Probolinggo. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) terus melakukan pengembangan infrastruktur gas dan utilisasi domestik yang menjangkau wilayah-wilayah ekonomi baru. Hal ini dilakukan demi memperluas pemanfaatan gas bumi.

Menurut Sekretaris PGN Rachmat Hutama, sejalan dengan potensi cadangan minyak dan gas ke depan yang didominasi oleh cadangan gas bumi, untuk itu perlu pembangunan infrastruktur jaringan pipa dan infrastruktur non pipa agar utilisasi gas domestik dapat terjadi dan dapat menekan secara signifikan defisit neraca migas.

"Selain itu, ditambah dengan tanggung jawab dalam peningkatan akses gas bumi melalui jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) yang ditargetkan tumbuh sampai angka 4,7 juta sambungan rumah tangga dari kondisi existing yang memerlukan biaya yang tidak sedikit," terangnya.

Hingga saat ini, sebagai subholding gas bumi, PGN telah membangun jaringan gas hingga lebih dari 10.000 kilometer. Panjang pipa gas PGN ini hampir dua sampai empat kali lipat dibandingkan jaringan gas di wilayah Asia Tenggara. Menurut Rachmat, semakin panjang jaringan pipa yang dikelola oleh suatu badan usaha, maka biaya pengelolaan dan perawatannya menjadi besar. "Setiap tahun, biaya komponen itu juga terus naik," ujarnya.

Oleh sebab itu, rencana penyesuaian harga gas yang akan dilakukan oleh PGN juga sudah dikaji secara matang dengan memperhitungkan banyak aspek, termasuk dari sisi kemampuan konsumen industri sendiri.

Sebagai pionir pemanfaatan gas dan pembangunan infrastruktur gas bumi, selama ini pihaknya juga telah mengambil banyak risiko. Seperti pasokan maupun pasar yang cenderung fluktuatif dan tidak pasti. "Untuk memitigasinya, PGN sebagai agregator, untuk memastikan ketersediaan gas, juga telah membangun terminal LNG di beberapa lokasi untuk meregasifikasi LNG yang berasal dari berbagai sumber," tuturnya.

Selain itu, pengembangan infrastruktur gas bumi juga akan diarahkan untuk mendukung program pemerintah, khususnya di bidang industri untuk menunjang pengembangan kawasan-kawasan industri sesuai dengan road map nasional.

Rachmat menambahkan, pengembangan industri hilir ke depan tentunya akan menaruh prioritas pada keberlangsung investasi hilir gas bumi serta mempertimbangkan daya beli industri nasional. "Hal ini sejalan dengan paradigma pemerintah yang menempatkan gas bumi dapat menjadi driver pertumbuhan ekonomi," pungkasnya. (cin/nur)

(sb/rul/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia