Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Busana Muslim Autumn Leaves, Terinspirasi Dedaunan Musim Gugur

02 November 2019, 14: 07: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

INSPIRASI ALAM: Seorang  odel berpose dengan mengenakan busana dengan warna yang terinspirasi dedaunan musim gugur, karya desainer Gita Orlin yang dit

INSPIRASI ALAM: Seorang odel berpose dengan mengenakan busana dengan warna yang terinspirasi dedaunan musim gugur, karya desainer Gita Orlin yang ditanmpilkan dalam Muslim Festival 2019 lalu. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Keindahan alam memang tidak pernah gagal menginspirasi. Mulai dari bentuk karakter hingga warna yang dimiliki. Misalnya keindahan daun-daun yang jatuh berguguran ketika musim gugur berhasil menginspirasi salah satu desainer modest wear dengan desain busana muslim Autumn Leaves. 

Adalah Gita Orlin yang menghadirkan keindahan warna dedauan yang meranggas tersebut ke dalam koleksi rancangan busana terbarunya, bertema Autumn Leaves. "Koleksi ini saya keluarkan, karena kesukaan saya melihat daun-daun berguguran saat traveling. Warna-warna daun yang berguguran tampak indah. Apalagi saat terkena sinar matahari, warnanya terlihat sangat cantik," ujarnya di Surabaya, kemarin. 

Gita mengungkapkan, terdapat dua warna kombinasi dalam busana koleksinya kali ini. Yaitu warna hijau dan oranye terakota. Dua warna ini memiliki arti tersendiri bagi Gita Orlin. Menurutnya, warna hijau melambangkan masa sebelum musim gugur, kemudian berganti dengan warna oranye yang menandakan datangnya musim gugur.

Busana karya Gita rata-rata rmerupakan two pieces, supaya mudah di-mix and match. "Khas anak milenial sekarang yang sukanya memadukan busana agar terlihat stylish dalam berhijab," katanya. 

Sementara untuk cutting busana, Gita memilih cutting gown full klok, jumpsuit, pallazo, jaket, dan sebagainya. Menurutnya, cutting ini cocok dipadukan dengan bahan yang ia gunakan. Seperti kain organza, sifon, dan jacquard.

Sementara untuk detail, Gita menambahkan beberapa beads, pearl, swarovski, payet, serta padu-padan handmade embroidery yang dikombinasikan lagi dengan kain organza, silk, dan lace. "Detail svarowski-nya bisa ditemukan pada area leher serta pada bagian pinggang," imbuh Gita.

Untuk menambah gaya busanannya, Gita menambahkannya dengan blazer yang bermotif tenun, dengan nuansa berwarna coklat. Jadi busana ini tetap terlihat milenial tapi juga mengandung unsur etniknya. Pemilihan warna yang berfokus pada warna-warna tanah sengaja dipilih karena busana ditujukan untuk milenial. "Dan tren milenial saat ini sampai 2020 masih akan gemar dengan busana yang berwarna tanah serta kalem," sambungnya. (cin/nur)

(sb/cin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia