Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Awalnya Hanya Selingkuhan Settingan, Ujung-ujungnya Kecantol Beneran

02 November 2019, 04: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Saking mentoknya, bingung mau pakai cara apalagi agar bisa cerai dengan Donwori, 37, Karin, 34, coba-coba main api. Ia bikin perjanjian dengan salah satu temannya untuk jadi selingkuhan pura-pura sukarela alias gratisan.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Tapi, berawal dari settingan, perselingkuhan ini lama-lama jadi selingkuhan beneran. Karin mulai nyaman dengan segala perhatian yang diberikan Donjuan kepadanya.  

“Dia punya sesuatu yang tidak dipunyai oleh suami saya. Bisa jadi teman ngobrol yang nyambung ke mana-mana. Aduh, kalau berduaan sama dia, pokoknya asyik. Gak ada bosan-bosannya,” ujar Karin saat di ruang tunggu kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya. 

Berbeda dengan suaminya, Karin mengatakan, meskipun pernikahannya dengan Donwori bermula dari rasa cinta sama cinta, Donwori ini orangnya ternyata membosankan. Ia tak banyak bicara, apalagi mengajak Karin diskusi. Pemikirannya juga saklek, cenderung kolot. Membuat Karin merasa tidak diorangkan di rumah. Dan yang membuatnya makin tak tahan, suaminya sangat temperamen. Yang kalau marah tak ragu untuk melakukan KDRT.

“Sebenarnya karena KDRT ini aku sudah bolak-balik pengen cerai. Sudah dua kali aku hampir mati konyol di tangan suamiku sendiri. Penyebabnya padahal hal sepele,” lanjut Karin.

Perempuan dengan alis tegas ini pun mengingat-ingat, seberapa parah perlakuan kasar suaminya. Pernah, suatu ketika, Karin, lupa mengelap air yang ia tumpahkan di dapur. Kala itu kok kebetulan membuat Donwori kepeleset. Meski ia tak luka, Donwori marah besar. Dan menghukum Karin dengan menjeburkan kepalanya ke bak mandi berkali-kali.

Pun juga marah berlebihan ketika Donwori tahu Karin terlihat terlalu santai di rumah atau ketika kurang bersih saat membereskan rumah. Segala hal kecil, jadi masalah kalau sama Donwori.

Karena bertahun-tahun di-KDRT inilah, Karin merasa kalau suaminya ini bukan cinta sama dia. Namun posesif saja. Ia dinikahi tapi tidak pernah merasa dicintai. Karena kesepian dan lelah dengan keadaannya inilah, ia punya ide untuk manas-manasi suaminya.

“Jadi awalnya, aku sudah bikin perjanjian sama temenku. Kamu nanti nelepono di jam segini, segini, segini ya. Rayu-rayuen aku, nanti tak kerasin telepone biar suamiku denger,” ujar Karin memaparkan skenario akal bulusnya ini.

Berkali-kali permainan peran ini ia lakukan dan berhasil. Donwori yang cemburu mulai menginterogasi Karin dengan berbagai pertanyaan. Bahkan, memberikan banyak ancaman juga kepadanya. “Awas kamu yo, lek ketahuan selingkuh, habis kamu sama aku. Gitu katanya. Oh kenek kon tak pancing,” kisahnya, senang.

Merasa tertantang, Karin pun menaikkan level selingkuhannya. Ia mulai berani bawa-bawa si Donjuan ke rumahnya. Pura-puranya si Donjuan maksa mengantar Karin pulang setelah ngumpul bareng teman yang lain.

Di awal-awal, Donjuan hanya menunggu di halaman rumahnya, namun lama kelamaan Donjuan mulai Karin ajak masuk ke rumah, kenalan dengan suami, sampai saat ini, Donwori juga mulai panas terpancing emosi.

Namun, karena belum maksimal memanas-manasi Donwori, Karin mengeluarkan jurus pamungkas. Ia sengaja pulang sangat larut malam. Sebenarnya sih ia hanya ngopi-ngopi biasa sama Donjuan. Namun setiap kali Donwori menelepon, handphonenya buru-buru ia berikan kepada Donjuan.

Ketika Donjuan mengangkat telepon ini, Karin pun pura-pura menyaut dari jauh,  dan berkata,  “Siapa sayang, sebentar masih mandi.” Itulah cerita Karin sambil cekikikan.

Dari drama yang terakhir ini, Donwori ngamuk besar dan akhirnya menjatuhkan talak. Meski tentu dibarengi dengan KDRT dan cacian terlebih dahulu. Namun Karin tetap lega. Dan seiring drama dan drama pengelabuhan Donwori ini, cintanya dan Donjuan makin terpupuk subur. Ono-ono ae.  (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia