Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Nasdem Surabaya Rekomendasikan Tiga Nama Bacawali ke DPP

01 November 2019, 18: 37: 53 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Pilwali Surabaya

Ilustrasi Pilwali Surabaya (DOK/JPC)

Share this      

SURABAYA - Partai Nasdem Kota Surabaya telah menentukan tiga nama Bakal Calon Wali Kota (Bacawali) Surabaya yang akan diusulkan ke DPP Nasdem melalui DPW Nasdem Jawa Timur. Wakil Ketua Bappilu DPD Nasdem Kota Surabaya, Srihono Yularko mengungkapkan, dalam penunjukkan ketiga nama tersebut Nasdem Kota Surabaya sangat menjaga profesionalisme dan objektivitas.

Pada Pilkada serentak 2020 mendatang, Nasdem harus menggandeng partai lain bila ingin mengusung calon walikota. Parpol yang ingin mengusung pasangan calon (paslon) di pilwali Surabaya harus memiliki minimal 10 kursi atau setara dengan 20 persen jumlah kursi di DPRD Surabaya.

Hasil Pemilu 2019 ini, PDIP memperoleh kursi paling banyak, yakni 15 kursi. Disusul PKB, Gerindra, Golkar dan PKS yang masing-masing memperoleh lima kursi. Selanjutnya partai Demokrat dan PSI yang masing-masing memperoleh empat  kursi. Kemudian Nasdem dan PAN masing-masing memperoleh tiga kursi, dengan demikian hanya PDIP yang bisa mengusung paslon walikota Surabaya.

"Kami tidak memandang kader atau nonkader. Semua kita perlakukan sama, untuk itu kita menghadirkan dua panelis yang kita anggap berkualitas di Kota Surabaya yaitu Suko widodo.(Unair) dan Rudi Putu Setiawan (ITS)," ucap Srihono.

Nama pertama yang diusulkan Nasdem Kota Surabaya adalah Vinsensius Awey yang merupakan kader internal. "Awey mendapatkan nilai sangat bagus dari panelis yaitu Pak Putu. Dia mempunyai pengetahuan dan pemahaman tentang perencanaan tata kota dengan baik, dan visioner," lanjutnya.

Sedangkan nama yang kedua adalah Ketua Peradi Kota Surabaya, Hariyanto. Menurut Srihono salah satu yang menarik dari Hariyanto adalah komitmennya terhadap partai sangat tinggi.

"Dia bilang bilamana menjadi walikota siap untuk menjadi ketua Nasdem Kota Surabaya," ucap Srihono. Hariyanto juga dengan gamblang berani menyebut dana yang sudah ia siapkan sebagai modal sebagai calon wali kota.

"Nominal tersebut kita anggap cukup, dan kebenarannya kita ketahui juga karena ada anggota Nasdem yang menjadi anggota Peradi juga," ucapnya. Sedangkan nama terakhir adalah Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans yang dinilai Srihono mempunyai jiwa leadership atau jiwa kepemimpinan yang juga baik.

"Dia punya modal sosial, komunikasinya baik. Tidak ada hal yang menonjol seperti dua orang sebelumnya, tapi pemahaman dan pengetahuan yang baik," pungkasnya. Sesuai jadwal yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU), masa pendaftaran pasangan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah dilakukan pada 16—18 Juni 2020.

KPU juga menetapkan pada 11 Desember 2019—5 Maret 2020, partai politik dapat mulai menyerahkan syarat dukungan bagi pasangan calon bupati dan calon wakil bupati serta calon walikota dan calon wakil walikota kepada KPU daerah.

Setelah seluruh tahapan dilewati, KPU akan menetapkan pasangan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah yang akan berlaga pada 8 Juli 2020. Adapun proses pemungutan suara dan penghitungan suara digelar pada Rabu, 23 September 2020.(mus/rak)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia