Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Tiga Tersangka Kasus Rasisme Diserahkan ke Kejati

01 November 2019, 18: 17: 20 WIB | editor : Wijayanto

Salah satu tersangka Tri Susanti alias Mak Susi.

Salah satu tersangka Tri Susanti alias Mak Susi. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kasus ujaran rasisme di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) yang menjerat tiga orang sebagai tersangka memasuki tahap baru. Pasca berkas perkaranya dinyatakan P21 oleh jaksa peneliti Kejati Jatim. 

Ketiga tersangka itu yakni Tri Susanti alias Mak Susi, Syamsul Arifin dan Andria Ardiansyah telah diserahkan penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Proses penyerahan tersebut dilakukan Penyidik Polda Jatim sekitar pukul 11.00 Wib dengan menggunakan mobil Tahti. 

Setibanya di Kejati Jatim, ketiganya langsung menuju Poliklinik untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. “Usai uji kesehatan, mereka akan dibawa ke Kejari Surabaya untuk menjalani proses administrasi tahap II,” terang Kasi Penkum Kejati Jatim, Richard Marpaung pada wartawan.

Saat dilokasi, Tri Susanti alias Mak Susi mengaku dirinya dalam keadaan sehat, Ia pun telah siap untuk menjalani proses persidangan atas kasus yang membelitnya. Sedangkan tersangka Syamsul Arifin dan Andria Ardiansyah lebih memilih diam. “Sehat mas. Insya allah, saya sudah siap,” kata Mak Susi disela sela menjalani pemeriksaan kesehatan di Poliklinik Kejati Jatim.

Sementara itu, Sahid selaku penasehat hukum Mak Susi mengatakan, kliennya dalam keadaan sehat. Sahid pun mengaku akan fokus pada pembelaan. Diungkapkan Sahid, Mak Susi berharap, dalam sidang nanti berjalan transparan dan lancar. 

“Karena ada pasal yang tidak sesuai dari pasal yang disangkakan, dan berencana dari salah satu pasal tersebut akan ajukan eksepsi. Supaya masyarakat bisa menilai dan perkara ini tidak ada kaitannya dengan pasal 28 ayat (2) tentang ITE,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Tri Susanti, Syamsul Arifin dan Andria Ardiansyah ditetapkan sebagai tersangka kasus rasisme saat kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan Surabaya pada Jumat (16/8) silam. 

Ketiganya disangkakan melanggar Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 4 UU 40/2008 tentang Penghapusan Rasis dan Etnis dan/atau Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1 dan/atau ayat 2 dan/atau Pasal 15 KUHP. (gin/rud) 

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia