Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Asyik Menimbang Sabu, Kaget saat Digerebek di Kamar Kos

01 November 2019, 16: 48: 20 WIB | editor : Wijayanto

DIAMANKAN: Tiga tersangka Sugianto, Rama, dan Al Amin tertunduk saat diintrogasi polisi.

DIAMANKAN: Tiga tersangka Sugianto, Rama, dan Al Amin tertunduk saat diintrogasi polisi. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Anggota Reskrim Polsek Tenggelis Mejoyo berhasil mengungkap peredaran sabu-sabu (SS) di kawasan Jalan Bendul Mrisi Gang V No. 12-B, Surabaya. Pengungkapan ini berawal dari informasi dari masyarakat jika ada dua orang sering bertransaksi di kawasan tersebut. 

Dua orang itu diantaranya adalah, Sugiarto bin Sukaji, 19, warga Jalan Bendul Mrisi Gang V dan Yorvando Rama Kirana, 18, warga Jalan Bendul Mrisi Selatan I, Surabaya. Diketahui saat itu, dua orang berumur belasan tahu itu sedang bertransaksi dengan pelanggannya Al Amin, 21, warga Jalan Margorejo 3-G, Surabaya.

Dua tersangka yang bekerja sebagai kuli bangunan itu, menerima barang haram tersebut dari tersangka berinisial J yang kini masih buron. Menurut keterangan Kanit Reskrim Mapolsek Tenggilis Mejoyo, AKP Sidik Samsul Hadi pelaku Sugiarto dan Rama menerima kiriman SS seberat 4 gram dengan cara ranjau dari J.  “Jadi mereka kulak lalu dijual kembali ke pelanggannya. Kebetulan kami juga tangkap pelangganya (Al Amin, red) saat mereka transaksi,” kata AKP Sidik.

Saat itu ketiga orang tersebut ditangkap di sebuah kamar indekos, polisi menemukan barang bukti 25 klip SS dengan berbagai ukuran siap jual dengan total berat 3 gram.

“Tiga orang ini kaget ketika kami dobrak kamar kosnya, ternyata mereka sedang asik menimbang barang haram itu di kosan Sugiarto,” ujarnya. 

Saat diintrogasi polisi, ketiganya pun tak berkutik. Sugianto dan Rama mengaku sudah melakoni perbuatannya itu dalam kurun waktu setengah tahun terakhir. Pria tersebut mengaku sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan sembari nyambi jualan SS. “Saya jual ke teman-teman. Ada yang di Surabaya, ada juga yang di wilayah Sidoarjo,” ujar Sugiarto saat ditanya Polisi.

Selain itu, ia mengaku hanya dititipi SS tersebut untuk dijual kembali dengan harga pergramnya Rp 1,2 juta. Dirinya meraup untung dari penjualan tersebut sebanyak Rp 400 ribu. Dia menambahkan, dalam sepekan 4 gram ss itu sudah langsung ludes terjual.  “Saya kadang pakai SS untuk stamina pak. Sisanya saya jual eceran,” ucapnya dengan nada melas. (gin/rud)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia