Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Sewakan Rumah untuk Pesta Narkoba, Tiga Pemuda Diamankan

01 November 2019, 16: 46: 20 WIB | editor : Wijayanto

DITANGKAP: Para tersangka kini diamankan di Polsek Semampir.

DITANGKAP: Para tersangka kini diamankan di Polsek Semampir. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – Sebuah rumah yang disewakan untuk pesta sabu-sabu (SS)  digerebek anggota Reskrim Polsek Semampir. Tiga tersangka yang sedang pesta SS di sebuah rumah Jalan Kunti, Semampir berhasil ditangkap. Sedangkan pemilik rumah kabur.

Tiga tersangka yakni Dedi Arifianto, 36, warga Jalan Mojo III, Gubeng, Moch Hadi Yulianto, 21, dan Moch Syaiful Arif, 21, warga Jalan Mojo, Gubeng. Ketiga tersangka ditangkap Polsek Semampir saat pesta SS di Jalan Kunti.

Rumah yang digunakan sebagai tempat pesta sabu ini ternyata disewa oleh keduanya. Untuk pesta SS tersebut mereka bertiga membayar Rp 300 ribu. Fasilitasnya mencengangkan, mereka sudah dipersiapkan alat isap sabu dan satu poket sabu dengan berat 0,11 gram yang siap dinikmati. "Dengan harga itu mereka sudah mendapat tempat dan peralatan nyabu," kata Kapolsek Semampir Kompol Ariyanto Agus.

Pengungkapan ini bermula ketika polisi mendapat informasi adanya pesta sabu di salah satu rumah di Jalan Kunti. Anggota langsung menuju ke lokasi rumah yang dimaksud. Saat itu, polisi langsung melakukan penggerebekan dan ditemukan tiga tersangka sedang pesta SS.

Polisi langsung menangkap tiga tersangka dan mengamankan pipet kaca, alat isap sabu, koteka dan satu poket sabu. "Saat kami tangkap mereka dalam kondisi terpengaruh narkoba," tegasnya.

Ketiganya mengaku baru sekali menyewa tempat tersebut. Selama ini ketiga tersangka yang bekerja sebagai tukang parkir dan cleaning servis ini selalu kesulitan mencari tempat untuk nyabu. Hingga mendapat informasi adanya penyewaan tempat untuk nyabu di Jalan Kunti. Mereka tertarik dan akhirnya patungan untuk menyewa.

Kompol Agus mengatakan, tersangka ini patungan Rp 100 ribu untuk bisa mengkonsumsi sabu di rumah tersebut. Mereka menyerahkan uang ke pemilik rumah yang diketahui berinisial MAS. Namun, saat penangkapan pemilik rumah tidak ada di lokasi. Diduga, MAS tahu jika polisi datang untuk menggerebek rumahnya tersebut. "Ini masih kami cari keberadaan MAS," jelasnya.(gun/rud)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia