Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Sportainment Gresik

Sukses di Porprov 2019, Atlet Hoki Tak Diganjar Bonus

01 November 2019, 16: 32: 26 WIB | editor : Wijayanto

SIA-SIA: Para atlet hoki yang ikut bertanding ini dipastikan tidak akan mendapatkan bonus.

SIA-SIA: Para atlet hoki yang ikut bertanding ini dipastikan tidak akan mendapatkan bonus. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Pemberian bonus atlet Pekan Olahraga (Porprov) tahun 2019 tak kunjung cair. Prosesnya masih menunggu SK (Surat Keputusan) penerima bonus itu turun. Bahkan untuk atlet cabang hoki dipastikan tak dapat bonus tahun ini. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Gresik tak menganggarkan bonus tersebut. Selain itu janji rekreasi untuk peserta paskibra juga tak terelalisasi.

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Gresik Agus Setyo Pambudi mengatakan, pencairan bonus senilai Rp 1 miliar itu masih menunggu SK reward dari Bupati. “Anggaran sudah disetujui. Data penerima juga sudah kami setorkan tinggal menunggu SK saja. Turunnya kapan, kami tak bisa pastikan,” ungkap Agus.

Dikatakannya, secara detail pembagian kepada dilakukan atlet masing-masing. Namun dia mengatakan untuk atlet yang memperoleh medali emas akan mendapatkan bonus senilai Rp 30  juta per orang.

Dalam Porprov IV lalu, 80 atlet memperoleh medali dari berbagai cabang olaharaga. Untuk atlet peraih emas, 26 orang, perak, 23 orang dan medali perunggu sejumlah 31 orang. “Itu di luar yang atlet hoki. Kami pastikan untuk bonus atlet hoki tak bisa diberikan tahun ini. Melainkan akan dianggarkan tahun depan,” terangnya.  

Hal itu disebabkan setelah adanya keputusan jika Hoki masuk sebagai peraih medali. Padahal, saat pertandingan tim hoki Gresik sempat didiskualifikasi panitia. “Awalnya kami harus merubah rincian pemberian bonus tersebut. Hanya saja belakangan tak bisa dilakukan melainkan harus menunggu tahun depan,”  tegasnya.

Dia menambahkan masuknya tim hoki menjadi salah satu peraih medali baru disampaikan PB Porprov setelah perubahan APBD 2019 digedok.

Padahal, saat tim tersebut didiskualifikasi pihaknya sudah mengirimkan surat protes. “Karena tidak kunjung ada balasan. Kami kemudian tidak memasukkan hoki sebagai salah satu penerima medali. Ternyata setelah APBD digedok surat turun,” ungkap dia.

Sedangkan untuk pasukan pengibar bendara (Paskibraka), pihaknya sudah mengirimkan surat kepada masing-masing sekolah  Agustus lalu siswanya terpilih menjadi Paskibraka. Dia meminta agar siswa tersebut ikut kegiatan penanaman kebangsaan di Malang. “Khusus anggota Paskibraka sebagai diganti liburan,” terangnya.  (yua/han)

(sb/jar/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia