Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Razia Gabungan di Dukun Amankan 4 Dump Truk yang Melanggar Aturan

01 November 2019, 15: 45: 45 WIB | editor : Wijayanto

RAZIA: Kasatlantas AKP Erika Purwana Putra saat melakukan razia gabungan bersama anggota Dishub Kabupaten Gresik dengan menindak truk yang ugal-ugalan dan bermuatan melebihi tonase di Jalan Raya Desa Sidobangun, Kecamatan Dukun.

RAZIA: Kasatlantas AKP Erika Purwana Putra saat melakukan razia gabungan bersama anggota Dishub Kabupaten Gresik dengan menindak truk yang ugal-ugalan dan bermuatan melebihi tonase di Jalan Raya Desa Sidobangun, Kecamatan Dukun. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Untuk meminimalisir kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang didominasi oleh truk-truk besar di Jalur Pantura wilayah Gresik Selatan, polisi menggelar razia gabungan di depan Mapolsek Dukun, Jumat (1/11) pagi. Razia digelar tepatnya di Jalan Raya Desa Sidobangun, Kecamatan Dukun.

Dalam razia dump truk tersebut, polisi juga melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik serta kepala desa dan camat Dukun.

Razia yang berlangsung selama dua jam itu berhasil menjaring empat kendaraan dump truk yang kepergok petugas sewaktu melintas. Padahal, Jalan Raya Sidobangun di Dukun merupakan jalan kelas III.

Kasatlantas Polres Gresik, AKP Erika Purwana Putra mengatakan, dirinya langsung memerintahkan anggota menindak tegas dengan melakukan penilangan terhadap dump truk yang melakukan pelanggaran. "Kami langsung tilang dan diproses sesuai aturan yang berlaku," katanya.

Ia menuturkan, dalam razia kali ini pihaknya sengaja melibatkan kepala desa serta pengusaha angkutan jalan guna mencari solusi. Hal ini dilakukan karena sebagian besar dump truk yang melintas melebihi tonase.

"Tadi kita kumpulkan dan duduk bersama dengan mediasi Kapolsek Dukun sekaligus merumuskan permasalahan serta mencari solusi," imbuhnya.

Sementara itu, salah satu pengemudi dump truk nopol B 9422 PYU yakni Yasir Alfariqi, 39, asal Desa Manduro, Kecamatan Ngoro, Mojokerto, mengaku hanya bisa pasrah sewaktu kendaraannya ditilang petugas. "SIM saya dibawa juragan, ini saya lagi telepon," ujarnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Moch. Munif, 38, pengemudi dump truk nopol W 8087 UP asal Banjar Sugihan IA Surabaya. Buku KIR uji kendaraannya sudah mati 14 tahun. "Saya disuruh juragan melewati Jalan Raya Sidobangun Dukun, tapi tidak tahunya malah kena tilang," paparnya.

Kabid Angkutan Dishub Gresik, Rony Soebiyantoro mengatakan, sebelum kejadian, angkutan darat yang tidak sesuai kelas jalan telah menabrak rumah di wilayah Dukun, Rabu (30/10) lalu. Pihaknya sudah melakukan razia sebelumnya tetapi mereka masih saja membandel.

"Kita razia hari ini ternyata memang benar dapat empat angkutan barang yang mengangkut bahan galian C. Setelah kami melihat dan kami periksa, ternyata buku uji KIR-nya sudah kedaluwarsa," tuturnya. (yud/jay)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia