Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Penjualan Ruko Turun Tertekan Bisnis E-Commerce

01 November 2019, 02: 06: 54 WIB | editor : Wijayanto

BELUM PULIH: Daya beli hunian komersial masih belum bisa keluar dari tekanan pasar.

BELUM PULIH: Daya beli hunian komersial masih belum bisa keluar dari tekanan pasar. (MUHAMMAD FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Tekanan pada sektor properti belum juga bisa diatasi. Penurunan penjualan membuat kalangan developer khususnya mulai bergerak ke bisnis e-commerce. Manager Marketing Bumi Lingga Pertiwi, Ahmad Zainul Arif memaparkan, tren penjualan ruko pada 2019 mengalami perlambatan yang cukup signifikan.

“Berbeda dengan dulu, apabila kita ingin berwirausaha tentu akan membuka toko. Masalahnya di era saat ini toko konvensional tidak begitu prioritas. Banyak yang berdagang melalui e-commerse,” kata dia. Hal inilah, kata Arif, yang membuat penjualan hunian komersial terus melambat. Oleh sebab itu pada tahun ini pihaknya sementara masih mengerem investasi untuk membangun ruko. “Kami wait and see minimal sampai tahun depan. Jika dibangun saat ini takut pembeli tidak ada sehingga return (balik modal) lambat,” jelasnya.

Direktur Sumengko Resindence, Dedy Susila mengatakan, saat ini harga properti tidak terllau melambat seperti tahun sebelunya karena banyak akses tol dibangun. “Harga rukonya naik tapi pembelinya tidak ada. Bagi saya ini sama saja,” ujarnya.

Pria asal Surabaya itu mengaku, kini sudah menjual lima ruko seharga Rp 800 jutaan di bahu jalan bisa memakan waktu bertahun-tahun. Padahal, dulu ruko dengan harga miliaran bisa laku cepat. “Kami sebagai pengusaha properti mengakui apabila aktivitas e-commerse memberikan dampak yang besar pada sektor properti. Untuk itu, kami tidak hanya membidik sektor wirausaha, melainkan pelaku bisnis yang sedang butuh kantor,” tandasnya. (fir/han)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia