Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Pentingnya Deposit Kalsium untuk Cegah Osteoporosis

31 Oktober 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Pentingnya Deposit Kalsium untuk Cegah Osteoporosis

Pentingnya Deposit Kalsium untuk Cegah Osteoporosis (ilustrasi)

Share this      

surabaya - Osteoporosis merupakan kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun. Kondisi ini membuat tulang menjadi keropos dan rentan retak. Oleh sebab itu, penting untuk membuat deposit kalsium demi mencegah osteoporosis. 

Dr. Heri Suroto, dr, SpOT (K) dokter spesialis orthopedi konsultan mengatakan, untuk membuat deposit inti kalsium dapat dilakukan dengan olahraga. Hal ini dilakukan agar tulang tidak keropos dan hanya bisa dilakukan sampai dengan usia 35 tahun. "Lebih dari usia 35 tahun tulang tidak bisa lagi menampung deposit tersebut, karena tulang cenderung mengerogoti kalsium," terangnya di Surabaya, Rabu (30/10). 

Olahraga bisa dilakukan minimal seminggu tiga kali, bisa dengan olahraga renang, lari atau bersepeda. Sementara, untuk memenuhi inti kalsium bisa dipenuhi melalui makanan sehari-hari, seperti rajin mengkonsumsi buah dan sayur ditambah air putih. "Selain itu, juga bisa menggunakan suplemen, tapi itu hanya sampingan. Utamanya adalah gaya hidup sehat dengan berolahraga dan makanan sehari-hari," imbuhnya. 

Mencegah osteoporosis juga bisa dilakukan dengan membentuk kepadatan tulang di usia muda. Hal ini dapat dilakukan dengan cara olahraga dan memenuhi inti kalsium yang dibutuhkan tulang. Heri menuturkan, apabila kepadatan tulang terjaga di usia muda, maka saat usia tua tulang akan mempunyai deposit untuk proses remodelling tulang. Sehingga kepadatan tulang tetap terjaga di usia tua dan menurunkan resiko kejadian osteoporosis.

Menurutnya, osteoporosis berkaitan dengan dinamika jaringan tulang. Sedangkan tulang merupakan jaringan yang hidup karena dinamikanya aktif. Dimana hal ini mengalami proses remodelling, yaitu tulang mengalami proses pembongkaran dan pembentukan. "Pembongkaran dan pembentukan tulang ini merupakan dua hal yang diperlukan tulang," ujarnya. 

Pasalnya, pembongkaran tulang dilakukan untuk menganti tulang yang sudah tua menjadi tulang baru. Sebaliknya, tulang yang dibongkar saja tanpa adanya pembaruan akan membuat tulang cepat keropos. Sehingga keduanya harus seimbang. "Karena tulang itu dinamis di usia-usia muda keseimbangan tulang akan positif, kalau di usia-usia tua keseimbangan tulang menjadi negatif. Artinya tulang lebih banyak dibongkar dari pada dibentuk, maka dari itu salah satu faktor resiko osteoporosis adalah usia," imbuhnya.

Faktor lain yang menyebabkan resiko terjadinya osteoporosis adalah usia. Menurutnya, antara perempuan dan laki-laki memiliki masa usia rentan terkena osteoporosis yang berbeda. "Untuk perempuan biasanya rentan terjadi osteoporosis pada 50 setelah mengalami menopause," katanya. Sedangkan untuk laki-laki, lanjut Heri, rentan terkena osteoporosis diusia andropouse (kondisi menurunnya kadar hormon testosteron pada laki-laki), yaitu diusia-diusia 70 tahun. Untuk diketahui, tulang yang rawan terkena osteoporosis ialah tulang bagian punggung, tulang belakang, dan tulang pangkal paha. (cin/nur)

(sb/cin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia