Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Pentingnya Peran Ibu Dampingi Anak Berkebutuhan Khusus

30 Oktober 2019, 08: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

HARUS SABAR: Edward Edo menjadi salah satu ABK dengan down syndrome yang memili banyak prestasi di bidang seni.

HARUS SABAR: Edward Edo menjadi salah satu ABK dengan down syndrome yang memili banyak prestasi di bidang seni. (ISMAUL CHOIRIYAH/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Tak sedikit orang tua langsung patah semangat mendapati anaknya terlahir tidak sempurna. Di Indonesia sendiri kasus anak yang dipasung, atau dijauhkan dari kehidupan sosial masih sangat banyak hanya karena masih ada mindset malu memiliki anak yang berbeda dengan yang lain. Padahal, jika dididik dan ditangani dengan tepat, anak berkebutuhan khusus (ABK) juga bisa menorehkan beragam prestasi. Seperti Edward Ryo ini. Meskipun mengidap down syndrome, ia memiliki prestasi di banyak bidang. 

Pria yang kerap dipanggil Edward Edo ini sudah menjuarai banyak perlombaan lukis. Yang terbaru, Edo memenangi juara 1 Lomba Menggambar khusus Down Syndrome di Jakarta bulan Juni lalu. Menariknya, karya lukisannya diaplikasikan dalam motif busana yang turut ditampilkan dalam ajang fashion kenamaan Indonesia, Jakarta Fashion Week 2019. Karakter lukisan Edo adalah gambar landscape dengan permainan warna yang penuh. Ciri khasnya inilah yang dituangkan ke dalam karya busana yang ditampilkan. 

Edo tak hanya berbakat dalam seni lukis saja. Ia juga menorehkan banyak prestasi dalam bidang seni tari. Prestasi-prestasi yang ditorehkan pria berusia 19 tahun ini tak lepas dari kegigihan Liliek Theresiawaty, sang ibu. Liliek tanpa lelah membekali Edo dengan berbagai keterampilan. Sejak usia sepuluh tahun, Edo sudah diikutkan ke dalam tiga les. Selain les lukis, Edo juga diikutkan dalam les renang dan musik. Liliek sadar betul, hanya tiga hal itu yang bisa dia kembangkan untuk membekali sang anak yang spesial seperti putra keduanya ini. “Di awal saya juga tidak tahu edo berbakat di bidang apa. Pokoknya dicoba semuanya. Dengan ditelateni les setiap minggunya, akhirnya terlihat. Anak down syndrome itu lebih sabar dan suka meniru, maka dengan keterampilan melukis dia cocok,” ujarnya.

Meski terlihat kuat, bukan berarti di awal Liliek menerima dengan lapang dada keadaan anaknya. Ia juga sempat down seketika melihat Edo terlahir spesial. Namun ia tidak mau kalah. Meski anaknya berbeda dengan yang lain, ia tidak ingin anaknya tertinggal. Ia bahkan melepas seluruh aktivitasnya untuk fokus mendampingi Edo. “Bukannya karena saya tidak terima dengan keadaan anak saya, namun saya kasihan dia tidak bisa tumbuh secepat anak kebanyakan,” lanjutnya.

Melihat Edo yang sekarang, agaknya orang tua harus belajar banyak ke Liliek. Karena tuhan menciptakan anak berbeda bukan tanpa alasan. Pasti ada sesuatu istimewa di balik kekurangan. Pesan Liliek kepada para orang tua yang memiliki anak seperti Edo adalah untuk jangan malu dan tidak menyerah dalam mendampingi ABK hingga bersinar. (ism/nur)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia