Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Sportainment Surabaya

Persebaya Kalah di Kandang, Suporter Bonek Lempari Pemain

Juga Bakar Papan Reklame Stadion

29 Oktober 2019, 21: 14: 57 WIB | editor : Wijayanto

MENYESAL KEMUDIAN: Bek Persebaya nomor punggung 23, Hansamu Yama Pranata tepekur di depan gawangnya usai dikalahkan PSS Sleman 3-2 di Stadion GBT, Selasa (29/10).

MENYESAL KEMUDIAN: Bek Persebaya nomor punggung 23, Hansamu Yama Pranata tepekur di depan gawangnya usai dikalahkan PSS Sleman 3-2 di Stadion GBT, Selasa (29/10). (ISTIMEWA/INSTAGRAM)

Share this      

SURABAYA - Persebaya Surabaya harus menanggung malu ketika menjamu PSS Sleman dalam laga pekan ke-25 Liga 1 2019 di kandang sendiri, Selasa (29/10). Bertanding di Stadion Gelora Bung Tomo dengan dukungan penuh suporter Bonek, skuad Green Force takluk 2-3 dari tim berjuluk Elang Jawa itu.

Yang menyakitkan, inilah adalah kekalahan kandang pertama Persebaya di musim ini dari 11 laga kandang yang hanya mencatat 3 kemenangan.

Kemenangan ini membuat PSS naik ke posisi kelima klasemen sementara dengan 39 poin. Sementara Persebaya masih tertahan di peringkat kesembilan dengan koleksi 31 poin.

MEMBARA: Suporter Bonek membakar papan reklame di Stadion GBT usai Persebaya ditaklukkan PSS Sleman 3-2.

MEMBARA: Suporter Bonek membakar papan reklame di Stadion GBT usai Persebaya ditaklukkan PSS Sleman 3-2. (ISTIMEWA/INSTAGRAM)

PSS unggul lebih dulu melalui Jepri Kurniawan pada menit ke-16 memanfaatkan umpan Dave Mustaine. Pemain bernomor punggung 77 ini berhasil membobol gawang Persebaya Surabaya yang dijaga Miswar Saputra.

Setelah kebobolan, Persebaya Surabaya tersentak. Namun Green Force baru mampu menyamakan kedudukan lewat sepakan David da Silva pada menit ke-34.

Empat menit sebelum turun minum, PSS berhasil membuat dua gol tambahan. Masing-masing dicetak Haris Tuharea pada menit ke-41 yang mengantar tim tamu kembali unggul 2-1.

Kemudian PSS semakin menjauh dengan skor 3-1 setelah striker asal Ukraina, Yevhen Bokhashvili, sukses mengoyak gawang Persebaya. Ia berhasil meliuk di antara dua bek lawan dan mengakhiri dengan sepakan keras yang membuat Miswar Saputra bertekuk lutut. Hingga babak pertama berakhir, PSS tetap unggul 3-1.

Babak kedua dimulai, Persebaya gencar melakukan serangan untuk memperkecil ketertinggalan. Namun rapatnya barisan PSS sulit ditembus lini serang tim tuan rumah.

Skuat asuhan Wolfgang Pikal baru bisa mencetak gol melalui titik putih di menit ke-75. Hadiah penalti diberikan kepada Persebaya, usai bek Asyraq Gufron mendorong Rendri Saputra di kotak penalti.

Diogo Campos yang maju sebagai algojo tidak kesulitan menjalankan tugasnya dan Persebaya memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2.

Di sisa waktu yang ada, Persebaya berupaya menyamakan kedudukan dengan berbagai serangan ke gawang PSS. Tetapi skor 3-2 tidak berubah hingga laga tuntas.

Kecewa dengan kekalahan ini, sejumlah oknum suporter Persebaya meluapkan kekecewaannya dengan berbuat ricuh. Mulai dari melempar smoke bomb, hingga melempari pemain.

Kejadian ricuh berawal pada menit-menit akhir laga. Sejumlah suporter sudah ada yang menerobos masuk ke lapangan melalui tribun selatan. Kondisi masih bisa dikendalikan karena ada polisi yang menghadang di area papan iklan.

Namun usai wasit meniup peluit panjang menutup pertandingan, keadaan makin tak terkendali dan suporter dari tribun utara serta timur ikut masuk ke dalam lapangan. Mereka lantas merusak papan reklame, menyalakan api dan membakarnya.

Mereka juga menyalakan smoke bomb, membakar kursi stadion, dan bahkan coba menyerang pemain Persebaya. Para pemain lantas coba menyelamatkan diri dengan masuk ke ruang ganti. Namun suporter terus melakukan intimidasi serta serangan dengan melempari botol ke arah lorong pemain.

Meski polisi coba meredakan ketegangan, ricuh suporter tetap berkelanjutan. Bahkan lemparan botol dari para suporter sempat pula mengenai wartawan yang bertugas di tepi lapangan. (sam/rak)

(sb/sam/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia