Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Sektor Food and Beverage Topang Transaksi EDC

28 Oktober 2019, 18: 45: 40 WIB | editor : Wijayanto

CASHLESS: Salah satu gerai cafe and resto di Surabaya. Sektor F and B menyumbang transaksi EDC yang cukup besar.

CASHLESS: Salah satu gerai cafe and resto di Surabaya. Sektor F and B menyumbang transaksi EDC yang cukup besar. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Seiring perkembangan teknologi, transaksi nontunai atau cashless melalui mesin Electronic Data Capture (EDC)terus meningkat. Meski data Statistik Sistem Keuangan Indonesia (SSKI) Bank Indonesia mencatat per Juni 2019 ada penurunan jumlah EDC yang beredar hanya 933.682 unit lebih sedikit dari periode yang sama tahun lalu yang berjumlah 1,2 juta, namun minat masyarakat untuk tetap bertransaksi menggunakan EDC tak ikut surut.

CEO Mandiri Region VIII/Jawa III R. Erwan Djoko Hermawan mengatakan hingga September 2019 pihaknya memiliki kurang lebih 26.000 mesin EDC yang tersebar di wilayah Jawa Timur (Jatim) dengan jumlah transaksi kurang lebih 15 juta.

“Kami optimistis angka tersebut akan meningkat karena kini mesin EDC Bank Mandiri juga dapat menerima transaksi dari kartu debit atau kartu kredit manapun yang berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN),” ungkap Erwan.

Apalagi, lanjut dia, sebagai acquiring bank atau lembaga keuangan yang memperoleh lisensi dari Asosiasi Penerbit Kartu, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan wirausahawan atau perusahaan yang bergerak dalam perdagangan barang atau jasa. Bentuk kerja sama tersebut adalah penerimaan transaksi pembayaran dengan menggunakan kartu kredit atau kartu debit dengan logo dari asosiasi tersebut.

Lebih lanjut Erwan menyampaikan pertumbuhan penggunaan EDC Bank Mandiri paling banyak ditopang oleh ­merchant dari sektor food and beverage, elektronik, dan gadget, rumah sakit, serta hotel. “Per sektor memiliki kontribusinya masing-masing, namun terbesar memang masih dipegang food and beverage utamanya transaksi di kafe maupun restoran,” urainya saat ditemui usai gathering dengan 50 top merchant, belum lama ini.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran (Apkrindo) Jatim Tjahjono Haryono mengakui bila merchant dari bank cukup menarik konsumen untuk menggunakan kartunya di kafe maupun restoran. “Era cashless ini cukup meningkatkan transaksi di kafe dan restoran. Apalagi banyak nilai lebih yang ditawarkan ketika menggunakan kartu. Mulai  dari diskon, cashback, dan free jenis makanan dan minuman tertentu,” pungkasnya. (rul/opi)

(sb/rul/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia