Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Dua Pria Luka Parah Dikeroyok Puluhan Massa Diduga Perguruan Silat

28 Oktober 2019, 15: 19: 54 WIB | editor : Wijayanto

Dua Pria Luka Parah Dikeroyok Puluhan Massa Diduga Perguruan Silat

SURABAYA - Puluhan massa diduga dari oknum perguruan silat mengeroyok dua orang pengendara motor (diduga dari kelompok silat berbeda) di Jalan Ahmad Yani, (depan Avian) Surabaya Minggu sore (27/10).

Akibatnya, dua orang pemuda mengalami luka parah di kepala karena dipukuli menggunakan tangan kosong dan batu.

Keduanya saat ini masih dirawat intensif di IGD Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur. 

(M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Kedua korban, adalah Dio Putra Pratama, warga Pabean Alam Permai Kav VI, Sedati Sidoarjo, dan Dedi pria asal Ponorogo. 

"Korban dua orang luka parah di bagian kepala dipukul sama puluhan orang yang mengendarai motor. Dugaanya keributan antar perguruan silat," kata salah satu saksi mata yang enggan disebutkan namanya Minggu (27/10). 

Awalnya, puluhan massa yang menggunakan motor, sempat membuat kemacetan. Mereka memarkir motor di sisi barat frontage road Ahmad Yani depan Dinas Perikanan Prov Jatim. 

Mereka mencegat iring-iringan massa dari arah Wonokromo diduga dari perguruan silat yang selesai acara. Tak lama kemudian datang iring-iringan motor dari arah utara. 

"Yang dua itu mungkin apesnya, sempat dikejar hingga kedepan Avian dan langsung dipukuli puluhan orang," sambungnya. 

Karena tak dapat melawan, keduanya tak berdaya. Mereka dipukuli menggunakan tangan kosong dan batu di bagian kepala. Bahkan helm dan motor Honda GL Max korban ringsek. 

"Setelah memukuli pelaku lari," terangnya. Sementara kedua korban dibawa ke IGD RS Bhayangkara Polda Jatim. 

"Korban luka di kepala. Dedi masih nggak sadar," ujar salah satu anggota kepolisian Polrestabes Surabaya yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di RS Bhayangkara.

Sumber di kepolisian menyebutkan, kedua korban baru saja mengikuti istigosah yang diselenggarakam kelompok organisasi silat di Simomulyo. 

Kemudian mereka pulang. Sesampainya di sekitar Bundaran Taman Pelangi kedua korban dikejar puluhan massa. Hingga akhirnya dipukuli. 

Sementara itu M Taufiqurrahman petugas Dishub Surabaya mengatakan kerumunan massa berkumpul sejak pukul 14.00 di bawah JPO sekitar bundaran taman pelangi. 

"Saya lihat mereka berkumpul di bawah jembatan penyeberangan itu. Mereka jalan di tengah jalan, dan membuat kemacetan. Saya enggak tahu apa penyebabnya," tegas Taufiq.

Dari pantauan di RS Bhayangkara kedua korban masih dirawat di IGD. Beberapa aparat dari Polrestabes Surabaya masih meminta keterangan korban yang sadar.(rus)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia