Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Balada Menantu yang Dimusuhi Tiga Ipar Perempuannya

27 Oktober 2019, 04: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Jika biasanya perceraian adalah hal yang menyedihkan, tidak dengan perceraiannya Donwori, 29, dan Karin, 21. Yang disambut sorak-sorai gembira oleh keluarga Donwori. Terutama bagi kakak-kakak perempuannya.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Pasalnya, Karin memang menjadi musuh bersama aliansi iparnya. Hal ini tak lepas dari perangai Karin. Sudah jadi mantu termuda, pembawaannya songong. Menangan lagi. "Mangkanya, ketika Karin kabur sama pacarnya, aku malah lego. Suweneng pol," ujar Mira, adik Donwori saat berada di kantor pengacara, dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya.

Perceraian Donwori dan Karin memang Mira yang bantu menguruskan. Selain karena kasihan dengan kakaknya yang masih gagal move on, Mira juga berpengalaman karena pernah gagal pula.

Mira menjelaskan, sejak masuk ke dalam keluarga besarnya, Karin memang tidak begitu disukai. Alasan pertama adalah Karin sudah moncer, punya track record perempuan nakal. Ia sudah dikenal tukang gonta-ganti pasangan. Kedua, Karin juga dinilai matre. "Jelas, gelem nerimo Donwori cuma golek duwite tok. Lagi rabi ae jalukane sing motor, sing emas," jelas Mira lagi. 

Ketiga, meski paling muda, Karin tidak paham bagaimana menuakan kakak-kakaknya. Di rumah orang tua Donwori yang ditinggali lima kepala keluarga, Karin blas tak punya inisiatif membereskan rumah.

Urusan makan, ibu dan kakak kedua Donwori yang masak. Belanja urusan kakak pertama. Ngepel dan menyapu urusan kakak ketiga. Sementara tugas Karin, bangun-bangun duduk di depan televisi, nonton kartun spongebob. Mau rumah seperti kapal pecah, mau cucian numpuk, mau piring kotor setinggi gunung pun Karin tak peduli. 

Yang membuat jajaran kakak iparnya makin jengkel adalah Karin yang kebal teguran. Mau Karin setiap harinya hanya bangun hapean, nonton televisi, makan, main, berak, jajan, tidur lagi juga tidak pernah kena marah orang tua Donwori. Ia dibiar-biarkan saja. "Kalau saya dan dua kakak saya, kok kelihatan santai-santai sebentar, pasti langsung keba omel," lanjut adik Donwori ini.

Perlakuan bak ratu ini tak lepas dari kebucinan Donwori. Orang tua Donwori, memang sengaja memanjakan mantu terakhirnya. Alasannya, Donwori terlalu bucin untuk Karin yang licik. Pernah, Karin kena setrap tiga kakak iparnya, masalahnya juga sama. Ia didudukkan, disindir-sindiri. Dimarahi juga. Tujuannya biar Karin sedikit peka waktu itu. 

Hasilnya, Karin kabur dari rumah, dibujuk pulang tak mau, Donwori depresi, orang tua Donwori bingung mengatasi. Setelah dibujuk mau dibangunkan rumah sendiri, dia pulang. Padahal kalau dari iri-irian kakak iparnya, tak ada yang rumahnya sampai dibelikan oleh mertua. Kalau mau rumah ya harus ngirit-ngirit sendiri. Jiann, Karin ini sudah sak penak-penake mantu.

"Rumahnya sekarang sudah setengah jadi. Tinggal pasang keramik, lha kok atek minggat digondol mantane, Alhamdulillah, iso tak gawe( rumahnya)," tukas Mira. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia