Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Fashion Smart Casual Berkiblat Timur Tengah, Nyaman Sesuai Musim

26 Oktober 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

NYAMAN: Dari kiri, Emily Young, Christina Brennan dan Michelle Halim mengenakan busana smart casual yang didesain menyesuaikan iklim di Galaxy Mall Su

NYAMAN: Dari kiri, Emily Young, Christina Brennan dan Michelle Halim mengenakan busana smart casual yang didesain menyesuaikan iklim di Galaxy Mall Surabaya, Jumat (25/10). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Tren fashion di Indonesia terus berkembang. Perkembangannya pun cukup dinamis. Bahkan beberapa model pakaian kini dibuat menyesuaikan dengan karakteristik iklim yang dimiliki. 

Hanung Aribowo, Store Manager Area Surabaya salah satu brand fashion asal Timur Tengah menuturkan, awal perkembangan tren fashion di Indonesia sangat dipengaruhi oleh budaya Eropa dan Asia, terutama Korea. Namun demikian, kali ini pihaknya mengeluarkan koleksi yang berkiblat pada fashion Timur Tengah. Hal ini dikarenakan iklim yang dimiliki Indonesia cenderung sama dengan Timur Tengah. "Apalagi untuk bagian tropisnya," ujarnya di Surabaya, Jumat (25/10).

Menjelang akhir tahun 2019, pihaknya mengeluarkan beberapa koleksi autumn winter yang terinspirasi dari bangkitnya fashion smart casual. Yakni rok a-line dan motif kotak-kotak yang dibagi menjadi tiga tema. Modern Mariner, Eclectic Traveler dan Back to Campus. "Untuk lini Modern Mariner akan lebih sederhana karena kembali ke klasik," ujarnya.

Koleksi Modern Mariner sangat cocok untuk pecinta tartan, neo nautica, motif polkadot dan garis-garis yang diaplikasikan menjadi jaket tweed, gaun midi dengan ikat pinggang dan berkerah tinggi. Selain itu juga celana panjang slim kotak-kotak, baju hangat sabrina dengan kancing admiral, serta jumper dengan scarf print dan kerah poplin. "Koleksi ini juga sangat cocok dengan musim yang ada di Indonesia. Khususnya Surabaya yang suhunya cenderung panas," imbuhnya. Bahannya pun nyaman digunakan di daerah tropis. 

Tema selanjutnya adalah Eclectic Traveler yang mengangkat semua tentang detail dan permainan pola seperti bordir etnik, ornamen, aksen rumbai, tribal bergaris, dan desain paisley. Koleksi utama tema ini berupa gaun maxi layer boho dengan bordir, celana denim dengan potongan melebar, jaket biker suede, blus dengan rajutan bludru, baju hangat dan luaran dengan ornamen. 

Koleksi terakhir hadir dengan tema Back to Campus. Menurut Hanung, koleksi ini cocok untuk mereka yang berani, ekspresionis dan sportitude. Dalam tema ini pihaknya juga membawa kembali suasana era tahun 1990-an dimana motif kotak-kotak dan warna-warna berani mendominasi koleksi ini. "Pola-pola dan detail utama seperti kotak-kotak, collegiate stripes, peraduan tartan, garis-garis warna pelangi, motif chevron, detail rantai, ritsleting blok warna didesain untuk menciptakan fashion statement," jelasnya. (cin/nur)

(sb/cin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia