Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Cinta Terhalang Restu Palsu Mama Mertua

26 Oktober 2019, 04: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Tak hanya yang muda saja yang bisa labil. Orang tua pun bisa. Seperti mertuanya Karin ,54, ini. Yang awalnya sangat merestui hubungan pernikahannya, tapi di kemudian hari, tiba-tiba memisahkan.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Karin menikah dengan Donwori belum genap satu tahun. Namun istilahnya, masih dalam fase mencicipi bagaimana kehidupan rumah tangga, ia sudah akan menyandang status janda. Semua ini karena ia dicerai secara sepihak dan tiba-tiba oleh suaminya, Donwori. 

"Katanya, perceraian ini atas permintaan mamanya. Dan langsung diikuti oleh Donwori karena ancamannya warisan," ujar Karin sedih, saat di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya.

Masalah ancam - mengancam itu Karin dengar sendiri dari mulut suaminya. Yang rupanya begitu pengecut menggadaikan cinta dengan harta sisa orang tua. Namun begitulah Donwori sejak dulu, selalu mentereng di bawah bayang-bayang kekayaan keluarganya. 

Karin pun menceritakan bagaimana mulanya bertemu dengan Donwori. Kala itu, Donwori adalah langganan salon di tempat Karin bekerja. Sejak dulu, Donwori yang getol melakukan PDKT. Ia  rajin datang ke salon setiap minggu dan tak mau disentuh oleh pelayan lain kecuali Karin.

Hingga pendekatan sampai pacaran, Karin sudah diberi kesan oleh Donwori bahwa ia adalah anak orang kaya. Beberapa kali ke salon, Donwori gonta-ganti mobil. Pun sok rajin pula. Saat apel, Donwori selalu membawa serta dokumen-dokumen pekerjaannya. Mungkin, supaya terlihat sukses.

"Gak tahu ya, saya kan gak ngerti-ngerti banget. Pokoknya selalu bawa laptop kertas-kertas. Katanya harus diselesaikan pekerjaannya, tapi kangen juga sama saya," curhatnya. 

Kata Karin, dulu Donwori memperkenalkan diri sebagai pengacara. Namun, ia tidak kerja di pengadilan. Apalagi di pengadilan agama. Melainkan membantu bisnis orang tua di rumah. Menganggap mendapatkan suami sukses, Karin senang bukan kepalang.

Karin sendiri mengaku, sebelum menikah memang beberapa kali diajak ke rumah mertuanya. Semuanya juga terasa normal. Ia diperlakukan dengan baik. Diajak bicara, diajak makan dan dianggap sebagai mantu sendiri. Ia tidak mendapatkan pandangan merendahkan mengenai status sosial atau keluarga Karin. Semua normal.

Bahkan, proses pernikahan juga berjalan cepat. Tiga bulan setelah pacaran, Karin sudah dilamar. Dua bulan setelahnya, ia juga langsung menikah. "Ini aku mulai merasa ada yang gak beres. Katanya kaya, tapi pernikahanku kecil-kecilan. Yang diundang keluarganya juga sedikit," ungkap Karin. 

Belakangan, Karin baru tahu, kalau pernikahan itu terjadi lantaran Donwori yang memaksa. Jika tidak dinikahkan dengan Karin, ia mengancam bunuh diri ke orang tuanya. Rupanya Donwori pernah bucin, sebelum dibutakan oleh harta. 

Dan faktanya, Karin juga baru tahu bahwa sejak awal, Karin memang tidak diterima oleh keluarga Donwori. Semua sikap baiknya hanya pura-pura. Karena sebenarnya mertua, ipar, terutama ibu mertuanya, tidak suka dengan besannya yang kayanya tak sepadan. 

Sudah cukup terpukul, Karin juga mendapatkan kabar yang kurang mengenakkan lagi. Rupanya, Donwori juga sudah diiming-imingi akan dinikahkan oleh perempuan, yang lebih cantik dari Karin kalau setuju cerai. Tentu, jodoh pilihan mamanya ini lebih cantik.

"Semua ceritanya diceritain sama ipar sepupuku. Yang selama ini satu-satunya yang baik sama aku, aku sampai disarankan untuk move on cari yang lebih gentlemen. Katanya, Donwori sebenarnya gak pinter orangnya, bisanya cuma minta -minta ke orang tua. Makanya manut kalau disetir," papar Karin makin murung. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia