Sabtu, 14 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Terbukti Lecehkan GMNU, Gus Nur Divonis 1,5 Tahun Penjara

25 Oktober 2019, 18: 07: 37 WIB | editor : Wijayanto

DIVONIS: Terdakwa kasus pencemaran nama baik melalui media sosial Sugi Nur Raharja alias Gus Nur (tengah) mengikuti sidang putusan di Pengadilan Negeri Surabaya.

DIVONIS: Terdakwa kasus pencemaran nama baik melalui media sosial Sugi Nur Raharja alias Gus Nur (tengah) mengikuti sidang putusan di Pengadilan Negeri Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara kepada Sugi Nur Rahardja. Pria yang akrab disapa Gus Nur itu dinyatakan bersalah dalam kasus ujaran kebencian terhadap Generasi Muda Nahdlatul Ulama (NU) yang diunggah melalui akun YouTube Munjiat Chanel.

''Mengadili, menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan,'' kata Ketua Majelis Hakim Slamet Riyadi saat membacakan putusan di Ruang Sidang Cakra PN Surabaya, Kamis (24/10).

Sebelumnya, hakim anggota Jihad Arkhauddin membacakan pertimbangan hukumnya. Intinya, Gus Nur terbukti bersalah mendistribusikan dan mentransmisikan video berkonten ujaran kebencian. ''Majelis hakim tidak menemukan alasan pemaaf dan pembenar yang dapat membebaskan terdakwa Gus Nur dari dakwaan penuntut umum. Sehingga, terdakwa haruslah dijatuhi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya,'' kata Jihad Arkhauddin.

Kendati sepakat dengan dakwaan penuntut umum, majelis hakim tidak sepakat dengan perintah penahanan terhadap terdakwa Gus Nur. Majelis hakim menilai ancaman hukuman dalam Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) adalah empat tahun penjara.
''Ancaman pasal tersebut tidak bisa ditahan. Sehingga, majelis tidak sependapat dengan tuntutan penuntut umum yang meminta majelis hakim untuk melakukan penahanan pada terdakwa,'' tandas Hakim Jihad Arkhauddin.

Sidang pembacaan vonis Gus Nur kemarin mendapat pengamanan ketat dari aparat gabungan TNI dan Polri sekitar 1.140 orang. Vonis majelis hakim ini lebih rendah daripada tuntutan JPU dua tahun penjara dengan perintah ditahan. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia