Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Musim Kemarau, Warga Manfaatkan Air Keruh di Telaga untuk Dikonsumsi

24 Oktober 2019, 17: 20: 42 WIB | editor : Wijayanto

MASA KEKERINGAN: Warga Desa Tumapel saat ambil air di telaga yang keruh untuk kebutuhan sehari-hari.

MASA KEKERINGAN: Warga Desa Tumapel saat ambil air di telaga yang keruh untuk kebutuhan sehari-hari. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Musim kemarau panjang membuat beberapa desa di Kabupaten Gresik mengalami kekeringan. Hal itu membuat warga di wilayah Gresik nekat memanfaatkan air telaga yang keruh. Air telaga itu dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci baju hingga peralatan makan.

Seperti yang dilakukan warga Desa Tumapel Kecamatan Duduksampeyan. Warga terpaksa memanfaatkan air keruh di telaga desa yang mulai mengering untuk kebutuhan sehari-hari.

Warga Desa Tumapel Sujiati, 52, mengungkapkan, kekeringan selama dua bulan ini membuat sumur di rumahnya tak lagi mengeluarkan air bersih. “Sejak dua bulan lalu, kami harus membuat air telaga desa yang mulai mengering,” kata Sujiati.

Dikatakannya, air telaga dipakai untuk mandi, mencuci pakaian hingga peralatan makan. Biasanya, mereka mengambil air pagi hingga sore hari. “Mau tidak mau pakai air telaga yang kotor begini,” ungkapnya.

Menurutnya, sebelum terjadi kekeringan kondisi air sangat jernih dan bersih.  Kekeringan itu juga membuat warga merugi. “Lahan pertanian warga mengering. Susah cari air. Rugi kami tahun ini," keluhnya berkali-kali.

Sementara itu, Kepala BPBD Gresik Tarso mengatakan, dampak musim kemarau panjang kian meluas. “Sebelumnya hanya delapan, kini sudah sembilan kecamatan. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah provinsi,” harap Tarso. (yud/han)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia