Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Tertimbun Beton Gorong-Gorong 1,5 Jam, Dua Pekerja Terluka

24 Oktober 2019, 17: 12: 41 WIB | editor : Wijayanto

TERTIMBUN: Petugas gabungan mengevakuasi korban kecelakaan kerja di jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, Rabu (23/10).

TERTIMBUN: Petugas gabungan mengevakuasi korban kecelakaan kerja di jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, Rabu (23/10). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Dua pekerja proyek pembangunan gorong-gorong tertimbun batu dan lumpur di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, Rabu (23/10). Dua korban kecelakaan kerja itu Masaroh asal Pasuruan dan Feri dari Banyuwangi.

Kecelakaan kerja itu bermula sekitar pukul 14.00. Saat itu Nurbai alias Musaroh, 54, dan Dwi Susanto alias Feri, 25, sedang mengerjakan proyek gorong-gorong di pinggir Jalan Mayjen Sungkono, dekat salah satu hotel berbintang, menggunakan alat berat backhoe. Tiba-tiba batu yang menjadi fondasi pagar hotel runtuh sehingga menimpa keduanya.

Kedua korban tertimpa material batu hingga tidak bisa bergerak. Pekerja lainnya, Ilham Joni Dewata, 40, kemudian meminta bantuan warga di sekitar lokasi. ''Saya teriak minta tolong. Ada petugas di Park And Ride. Tidak lama kemudian, ada bantuan mobil PMK dan ambulans,'' kata Ilham Joni.

Setibanya di lokasi pada pukul 14.40, Tim Unit Orong-orong PMK menyelamatkan korban dengan cara menarik tumpukan batu. Korban pertama Musaroh dapat diselamatkan. Tampak luka pada bagian wajahnya hingga berlumur lumpur.

Penyelamatan Musaroh lebih cepat ketimbang Feri. Posisi Feri berada di bagian tumpukan paling bawah, sehingga evakuasi membutuhkan waktu hampir 30 menit. Petugas susah payah mengangkat batu yang menimpa kaki Feri. Beton fondasi diangkat lebih dulu. Kemudian dengan sekuat tenaga, akhirnya pria tersebut berhasil dikeluarkan.

''Kondisi kaki korban (Feri, Red) kejepit batu beton. Jadi, agak susah dikeluarkan,'' ujar Joni. Usai dikeluarkan, kedua korban dilarikan ke RSUD dr Soetomo Surabaya.

Berdasar olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menduga kedua korban tertimpa batu karena tanah yang bergoyang.

Anggota Satlantas Polrestabes Surabaya AKP Warih mengatakan, penyebab sesungguhnya masih diteliti lebih lanjut. ''Kondisi korban kami kurang tahu pasti. Korban sudah ditangani oleh pihak rumah sakit,'' ujar AKP Warih.

Untungnya, dalam kejadian kemarin korban dapat diselamatkan. Musaroh terluka di bagian wajah, sedangkan Feri cedera serius di bagian kaki.  (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia