Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Tepergok Mencuri Motor, Dua Pemuda Dihajar Warga dan Nyaris Dibakar

23 Oktober 2019, 13: 36: 28 WIB | editor : Wijayanto

DIAMANKAN: Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Ipda Arie Pranoto (tengah) mengamankan kedua tersangka.

DIAMANKAN: Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Ipda Arie Pranoto (tengah) mengamankan kedua tersangka. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Dua pria ini babak belur dan nyaris dibakar massa usai tepergok mencuri motor milik Anisatul Masruroh, 22, warga Jalan Ngagel Rejo Utara VIII/28 C, Surabaya. 

Tersangka adalah Farid Fadli, 24, alias Kenong, warga Jalan Bolodewo, Surabaya dan Heri, 35, warga Jalan Tambak Wedi Tengah III, Surabaya. 

Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Ipda Arie Pranoto mengatakan, kedua pelaku mencuri motor Honda Beat nopol L 2353 BT, Selasa (22/10) sekitar pukul 02.00. 

Motor sudah dikunci setir. Sementara korban tidur. Namun tak berselang lama kemudian, pelaku diduga sudah berhasil merusak kunci setir menggunakan kunci T. Sial, aksi mereka dipergoki warga. Kedua pelaku diteriaki maling dan  berhasil ditangkap kemudian dimassa warga setempat.

Sementara itu, korban yang terbangun setelah ada ramai-ramai di luar rumahnya kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi. Tim Anti Bandit Polsek Wonokromo yang sedang patroli kring serse segera menuju ke lokasi. 

"Pelaku sudah sempat dimassa warga, pakaiannya sudah dilepas atau ditelanjangi bahkan nyaris dibakar," kata Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Ipda Arie Pranoto kepada Radar Surabaya,(23/10). 

Ditambahkan Arie, berkat kesigapan anggotanya, dua pengangguran tersebut akhirnya bisa diamankan meski dalam kondisi tak berdaya. Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan kunci magnet dan kunci T dari tangan tersangka.

Kedua barang itu diamankan sebagai barang bukti bersama motor Honda Beat milik korban. "Pengakuan tersangka sudah tiga kali beraksi di Kenjeran dan Semampir," sebutnya. 

Mantan Panit Reskrim Polsek Tegalsari itu menerangkan, kedua tersangka biasa menjual motor hasil curian ke Madura. Per unit laku senilai Rp 3 juta. Sementara hasilnya dibagi rata berdua. (rus/jay)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia