Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Gaet Dua Suami Pakai Susuk, tapi Dua-duanya Gagal Total

23 Oktober 2019, 04: 45: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Mungkin benar susuk  pengasihan bisa membuat pemakainya dikejar banyak pria.  Namun, yang sering luput perhatian, kerja susuk hanya sampai dikejar-kejar. Urusan bagaimana nanti kalau sudah jadi pasangan, itu cerita lain. Lek untung ya bahagia, lek apes ya embuh maneh.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Soalnya sudah ada kejadiannya. Dialami oleh Karin, 41, ini. Dua kali menikah dengan mengandalkan susuk pengasihan, tapi dua kali juga pernikahannya gagal total.

Cerita tentang gagalnya pernikahan Karin itu, ia sampaikan sendiri saat berada di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, pekan lalu. Secara lugas, blak-blakan, dan apa adanya. Meski ngenes dengernya.

Karin mengaku, awal perkenalannya dengan susuk pengasihan adalah nasib percintaannya yang ngenes. Sudah lewat cukup jauh usia ideal pernikahan, Karin belum juga dapat-dapat jodoh. Kala itu usianya sudah hampir menginjak 33 tahun, ketika seorang teman menyarankannya untuk mengenakan susuk saja. Kali aja bisa cepat dapat jodoh, begitu sarannya.

Karin yang saat itu sudah sangat pengen menikah pun akhirnya mengikuti saran si teman. Ia pun pasang susuk di atas alis. Benar, setelah itu, Karin terlihat semakin bersinar. Orang-orang yang dulunya tidak menghiraukan keberadaan Karin, mulai banyak yang yang bilang ia makin glowing.

Menyusul keglowingannya, banyak pria, baik orang lama dan orang baru, mengejarnya. Salah satunya Donwori. Seorang pengusaha mapan yang langsung menyilaukan mata Karin. Menikahlah keduanya.

Di awal-awal, Karin sempat merasakan pernikahan yang bahagia. Donwori sangat perhatian dan memanjakannya. Ia merasa, susuknya bekerja sangat baik. Hingga suatu saat Karin memergoki Donwori ada main dengan perempuan lain. Ndilalah selingkuhannya mayak pula.

Di saat Karin sudah pisah rumah dengan Donwori, eh dia berani-beraninya masuk ke rumahnya, tinggal dengan suaminya. “Pas aku pulang mau ngemasi barang-barang, eh mak bedunduk onok areke. Nggawe klambiku sisan,” ujar Karin mengenang masa kandasnya pernikahan pertamanya.

Setelah patah hati dengan suami pertamanya, Karin move on. Ia  pasang susuk tambahan lagi untuk makin menguatkan pesonanya. Kali ini dia letakkan di bibir. Benar, lagi-lagi jajaran pria mengejarnya.

Hingga ada satu yang nyantol, Donjuan namanya. Pria seumuran yang berprofesi sebagai ASN alias Aparatur Sipil Negara. Untuk kedua kalinya, Karin membangun kembali bahtera rumah tangganya yang sempat karam.

Pernikahan dengan Donjuan pun sama. Los gak rewel di bulan-bulan pertama. Eh tapi kemudian,  sikap asli Donjuan mulai terungkap perlahan. Donjuan yang di awal-awal pendekatan hanya nampak manis-manisnya, mulai main tangan.

Karin mengungkapkan, pernikahannya dengan Donjuan adalah masa-masa terburuk dalam hidupnya. Karena Donjuan sendikit-sedikit marah. Ngalah-ngalahin moody-annya perempuan yang sedang PMS.

Berkali-kali masakan yang dibuat Karin, dibuang hanya karena keasinan. Berkali-kali kepala Karin dibenturkan ke tembok, hanya karena Karin menuntut hak nafkahnya.

Karena tak tahan lagi dengan pernikahan rasa mimpi buruk ini, Karin kembali menyerah. “ Jadi sekarang cerai keduaku. Aku jadi heran, mosok sih susukku kurang moncer ta nasib pernikahanku ae sing kurang apik,” tanyanya tanpa meminta jawaban. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia