Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya
Pilwali Surabaya 2020

Cawali PDIP, Mega Tergantung Usulan Risma

22 Oktober 2019, 18: 41: 07 WIB | editor : Wijayanto

JAGO: Kepala Bappeko Eri Cahyadi menjadi salah satu orang kepercayaan Risma.

JAGO: Kepala Bappeko Eri Cahyadi menjadi salah satu orang kepercayaan Risma. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA  - Kedekatan Wali Kota Tri Rismaharini dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dinilai bisa menentukan siapa yang akan jadi pilihan PDIP untuk maju menjadi calon walikota Surabaya pada Pilwali 2020 mendatang.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto beberapa waktu lalu  menyebut, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah menyodorkan cawali yang akan bertarung di Pilwali Surabaya 2020 ke DPP PDIP. Publik pun bertanya-tanya, siapa cawali Surabaya yang disodorkan Risma kepada Megawati Soekarnoputri itu?

"Kedekatan Bu Risma dengan Bu Mega memiliki pengaruh besar untuk calon walikota Surabaya, menurut Saya Bu Risma pasti sudah menyodorkan calonnya, karena Bu Mega tentu juga percaya dengan orang yang dijamin Bu Risma," kata pengamat politik yang juga wartawan senior, Lutfil Hakim.

Menurut Lutfil siapa yang dicalonkan Risma jadi jaminan direstui DPP PDIP dan ini tentu menjadi tugas bagi DPC PDIP Surabaya untuk memenangkan calon tersebut. Lutfil mengatakan, suksesnya Risma menjadi Wali Kota dua periode kemudian dinilai sukses dalam kinerjanya di Surabaya, dinilai tentu akan berpeluang untuk mendapat perhatian di DPP. Apalagi, PDIP mengusung wajib menang di Pilkada serentak termasuk di Surabaya.

Untuk sementara ini, Lutfil menilai memang jago dari Risma itu akan berpeluang besar merebut tiket DPP. Namun, Lutfil menyakini, calon dari PDIP akan dimunculkan mendekati akhir pencalonan. Sehingga, semua masih serba mungkin.

Lantaran dalam politik, lanjut Lutfil, momentum turut menjadi penentu termasuk untuk calon yang akan diberangkatkan dari PDIP. Soal siapa yang diusulkan Risma, menurut Lutfil backgroundnya mungkin tidak jauh-jauh seperti Risma, yaitu birokrat.

"Saya dengar PDIP sekarang mencoba membuat sebuah program baru di dunia perpolitikan yang ke depan menjadi salah satu platform mereka untuk Pilkada. Mereka mencoba menjaring, kemudian menjadikan seorang birokrat yang baik untuk menjadi politisi. Dan salah satu yang berhasil adalah Bu Risma. Kita tahu Bu Risma dulunya bukan seorang politisi bukan kader PDIP, dia seorang birokrat kemudian berhasil dijadikan politisi oleh PDIP. Dan kinerjanya juga bagus, dengan kata lain Surabaya menjadi percontohan menjadikan seorang birokrat menjadi politisi yang sukses," tambah Lutfil.

Ketika disebut mungkinkah orang yang diusulkan Risma adalah Eri Cahyadi? menurut Lutfil bisa saja. Karena ketua Bappeko Surabaya ini orang dekat Risma, dan secara kinerja Eri juga dianggap lumayan menguasai soal pemerintahan dan pembangunan meneruskan apa yang sudah dilakukan Risma.

"Kalau Bu Mega tetap dengan rencana programnya yaitu membuat birokrat menjadi seorang politisi yang baik, mungkin Pak Eri bisa menjadi salah satunya. Tapi semua bisa saja terjadi, karena ini politik semua bisa berubah dalam itungan detik. Mungkin sekarang yang terkuat Pak Eri, bisa jadi nanti berubah lagi. Kita tunggu saja, karena di atas kertas siapa saja yang diusung PDIP 60 persen pasti menang di Surabaya," pungkas alumnus Universitas Jember ini.(mus/rak)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia