Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Usai Digilir Empat Pemuda, Siswi SMP Ini Ditinggal Sendirian di Semak

22 Oktober 2019, 18: 34: 43 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JPC)

Share this      

SURABAYA - Siswi kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi korban pemerkosaan empat pemuda di semak-semak Jalan Semolowaru. Korban Mawar, 14, warga Surabaya ini ditinggal sendiri usai diperkosa empat pemuda tersebut.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya akhirnya menangkap tiga pemuda yaitu ST alias Ian, 19, dan Moa alias Samson, 18, warga Jalan Bratang Gede, Gubeng, MFF alias Ispek, 18, warga Jalan Gebang, Sukolilo. Sementara satu tersangka lagi yang masih dalam pengejaran berinisial B, 22, warga Gebang, Sukolilo.

Kejadian pemerkosaan ini bermula ketika korban yang mengenal tersangka B (DPO) diajak untuk jalan-jalan. Korban yang tidak tahu hendak diajak kemana menurut saja. sesampainya di Jalan Semolowaru, Sukolilo, tersangka membalokkan kendaraan yang digunakannya ke arah semak-semak sekitar lokasi. saat itu, sudah ada tiga orang tersangka ST, MFF, dan Moa.

Korban langsung diturunkan dari sepeda motor kemudian ditarik ke dalam semak-semak pinggir jalan tersebut. "Semak-semak tersebut gelap, ditambah lagi saat itu pukul 23.30," ungkap Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni.

Korban yang tidak tahu apa-apa sempat berontak ketika ditarik ke dalam semak-semak tersebut. Mawar tidak bisa berontak karena tenaganya sudah habis melawan tiga pemuda yang menyeretnya. ia kemudian ditidurkan di semak-semak tersebut tanpa alas.

Keempat tersangka melucuti satu persatu pakaian korban dengan tetap memegang tangan dan kakinya agar tidak berontak. Setelah berhasil menelanjangi korbaan, keempat tersangka secara bergiliran memperkosa korban yang sudah tidak berdaya ini. "Mereka memperkosa secara bergantian, setelah selesai mereka meninggalkan korban sendirian," tegasnya.

Korban yang sudah tidak berdaya harus pulang sendirian ke rumahnya. Setelah pulang ini, orang tua korban curiga dengan kondisinya yang lemas. Korbn menceritakan apa yang dialaminya, ini membuat orang tua korban melaporkan ke polisi.

Polisi langsung melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa tersangka tersebut hingga pada 11 Oktober lalu diketahui jika ketiga tersangka berada di sebuah warung di tanggul sungai di Jalan Medokan Semampir, Rungkut.

Mendapati hal itu, polisi langsung emnuju ke lokasi warung dan mennagkap ketiganya. "Satu tersangka yang membonceng korban masih DPO. Kami sudah kantongi identitasnya dan masih dalam pengejaran," ungkapnya.

AKP Ruth mengaku, ketiga tersangka dan korban ini sebelumnya sempat berkumpul di warkop. Kemudian mereka ini bubar, namun sudah merencanakan bertemu di semak-semak Jalan Semolowaru.

Tersangka B ini yang bertugas mengajak korbannya, kemudian ketiga tersangka lainnya menunggu di semak-semak tersebut. "Kemungkinan memang direncanakan, untuk lainnya masih kami lakukan penyidikan," tuturnya. (gun/rud)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia