Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Dua Wanita Masuk Mal Curi Baju Gamis di Lima Toko

22 Oktober 2019, 17: 03: 31 WIB | editor : Wijayanto

TEREKAM CCTV: Tersangka Nisa dan Yayuk dengan barang bukti baju-baju gamis yang dicurinya dari beberapa toko di mal.

TEREKAM CCTV: Tersangka Nisa dan Yayuk dengan barang bukti baju-baju gamis yang dicurinya dari beberapa toko di mal. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Aksi dua wanita ini termasuk nekat. Keduanya masuk ke dalam mal dan mencuri baju di lima toko sekaligus. Nisa, 39, dan Yayuk, 39, keduanya warga Jalan Kranggan, Bubutan, Surabaya, akhirnya diamankan petugas keamanan Royal Plaza seusai mencuri beberapa baju gamis dan sebuah jilbab.

Keduanya diserahkan ke Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Nisa dan Yayuk masuk ke toko Tian di Lantai UG, Toko Ayu (G), Toko Biatus (UG), dan Toko Liana (UG). Mereka masuk ke beberapa toko, tapi tidak membeli apa-apa.

Setelah keluar, salah satu penjaga kebingungan karena bajunya hilang. "Mereka melihat rekaman CCTV dan menemukan keduanya mengambil beberapa helai baju dan jilbab," ujar Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti.

Mendapat rekaman tersebut, penjaga toko melapor ke petugas keamanan. Petugas mencari keberadaan tersangka dan menemukannya hendak keluar mal. Keduanya diamankan terlebih dulu di ruangan keamanan. Di situ dapati satu jilbab dan empat baju gamis yang disembunyikan dalam jaketnya."Petugas keamanan langsung menghubungi kami," terangnya.

Ternyata tersangka sudah beberapa kali melakukan aksi nekat itu. Mereka bekerja sama saat mencuri di pusat belanja. Nisa bagian mengalihkan perhatian penjaga toko dengan menanyakan baju-baju, seolah-olah hendak membeli.

Sementara Yayuk bertugas sebagai eksekutor mengambil baju yang dinilai mahal dan bisa dijual lagi. Selesai mengambil, Yayuk memberikan kode dengan mendatangi Nisa.

Iptu Bima Sakti mengatakan, kedua tersangka mengetahui di toko-toko sasaran selalu dilengkapi CCTV. Karena itu, mereka sudah menyiapkan wig untuk mengelabuhi.

Dengan harapan jika berhasil lolos sudah tidak bisa diketahui lagi dari rekaman CCTV yang ada. Beruntung sebelum keluar mal, petugas keamanan bisa menangkap mereka. "Biasanya akan dijual kembali. Hasil penjualan baju-baju itu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari," ujar Iptu Bima. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia