Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Peringati Hari Santri, Khofifah Ajak Masyarakat Doa Bersama

22 Oktober 2019, 16: 39: 31 WIB | editor : Wijayanto

RELIGIUS: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berdoa bersama masyarakat jelang Hari Santri.

RELIGIUS: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berdoa bersama masyarakat jelang Hari Santri. (MUS PURMADANI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Memperingati Hari Santri yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuat surat edaran untuk mengajak segenap masyarakat Jawa Timur melaksanakan doa bersama dan  mengheningkan cipta selama 60 detik pada pukul 08.00. Ajakan tersebut bertujuan mengirimkan doa pada para syuhada dan pahlawan yang telah gugur berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Sesuai Kepres Nomor 22 Tahun 2015, tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri. Gubernur Jawa Timur telah mengeluarkan  Surat Edaran Nomor 003.3/78/033/2019 tentang Hari Santri di Provinsi Jawa Timur yang diterbitkan pada 18 Oktober 2019, dicantumkan bahwa mengheningkan cipta serentak dilakukan pada Selasa (22/10) pukul 08.00 WIB serta doa bersama di pesantren dilaksanakan pukul 20.30 bertepatan dengan diumumkannya fatwa Resolusi Jihad oleh KH Hasyim Asy'ary yang menyerukan kepada masyarakat bahwa mempertahankan kemerdekaan bangsa  Indonesia  merupakan fardhu ain (wajib bagi setiap individu).

Mengheningkan cipta dilakukan seretak di sekolah, kantor-kantor pemerintahan, kantor swasta, pasar, dan seluruh tempat yang ada di Jawa Timur. Termasuk pondok pesantren dan juga  tempat pendidikan yang ada di Jawa Timur. “Kita ingin Hari Santri tidak diperingati oleh para santri saja, tapi juga mseluruh masyarakat untuk bersama-sama berdoa untuk para syuhada yang ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia,” kata Khofifah, Senin (21/10).

Khofifah mengatakan, jika mengikuti detik diumumkannya fatwa Resolusi Jihad, maka sejatinya bertepatan dengan pukul 20.30 WIB. Namun, agar mengheningkan cipta bisa dilakukan bersama dan melibatkan kalangan lebih luas, maka ajakan mengheningkan cipta dilakukan pada pukul 08.00.

Surat edaran ini sudah disebarkan ke jajaran Forkopimda Jawa Timur, bupati dan wali kota se-Jawa Timur, kepala OPD, kepala kanwil, dirut BUMN/BUMD, pimpinan perusahaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi masyarakat, dan segenap masyarakat Jawa Timur. (mus/rak)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia