Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik

Prabowo dan Bos Gojek Ditawari Jadi Menteri Jokowi

22 Oktober 2019, 16: 36: 13 WIB | editor : Wijayanto

KOMPAK: Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketum Edhy Prabowo usai bertemu Presiden Jokowi.

KOMPAK: Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketum Edhy Prabowo usai bertemu Presiden Jokowi. (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)

Share this      

Sejumlah calon menteri menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10). Salah satu tokoh yang bakal menjadi anggota Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II adalah Prabowo Subianto.

Sabik Aji Taufan-Wartawan Jawa Pos Group

ARAH politik Partai Gerindra akhirnya gamblang. Setelah menjadi oposisi selama lima tahun, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto akhirnya memutuskan bergabung dengan pemerintahan Presiden Jokowi untuk periode kedua 2019-2024. Kepastian itu didapat setelah Prabowo bersama Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo menemui Jokowi.

Prabowo memutuskan menerima pinangan Jokowi untuk mengisi kursi di Kabinet Kerja Jilid II. "Kami diminta untuk memperkuat kabinet beliau (Jokowi) dan saya sudah sampaikan keputusan kami dari Partai Gerindra, apabila diminta siap membantu. Kali ini resmi diminta dan kami siap membantu," ucap Prabowo setelah bertemu Jokowi.

Meski begitu, Prabowo belum membeberkan secara rinci kementerian apa saja yang akan dipimpin oleh kader Gerindra. Namun, Prabowo memberikan sinyal bahwa Jokowi membutuhkan tenaganya di sektor keamanan. Walau tidak menyebut secara pasti posisi yang bakal diembannya, ada dua kementerian yang bisa diemban Prabowo. Bisa Menteri Pertahanan (Menhan) dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).

"Saya diminta membantu beliau (Jokowi) di bidang pertahanan, dan beliau memberi beberapa pengarahan dan saya akan bekerja serius untuk mencapai sasaran yang ditentukan,'' katanya.

Menurut Prabowo, dari Gerindra hanya dia dan Edhy yang dipanggil oleh Jokowi. Meski begitu, dia menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi untuk mengumumkannya secara resmi. ''Pada saatnya Pak Presiden yang akan umumkan. Ada sedikit konfirmasi, tempatnya di mana. Intinya, beliau yang akan umumkan sendiri hari Rabu (besok, Red),'' kata mantan Danjen Koppasus itu.

Selain Prabowo Subianto, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD juga hadir di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10). Usai bertemu dengan Jokowi, Mahfud mengaku dipanggil untuk menjadi salah satu menteri Kabinet Kerja II. Namun, Mahfud belum mengetahui posisi apa yang akan dijabat olehnya.

''Saya dipanggil oleh Bapak Presiden. Intinya saya diminta beliau untuk menjadi salah seorang menteri,'' kata Mahfud. Namun, Mahfud mengaku tidak diberi tahu ia bakal menjadi menteri apa. Dia menuturkan hanya diajak berdiskusi oleh Jokowi seputar masalah penegakan hukum, HAM, pemberantasan korupsi, hingga deradikalisasi.

''Tidak disebutkan (posisinya menteri apa), kan banyak. Kalau dari cerita-cerita saya tadi dengan bapak Presiden bisa di bidang hukum, bisa di politik, dan bisa di agama juga. Seperti yang selama ini diisukan. katanya Menkumham, Jaksa Agung, Menteri Agama, pokoknya di bidang itu,'' terang Mahfud.

Bos Gojek Nadiem Makarim pun diprediksi akan menjadi salah satu calon menteri dalam Kabinet Kerja Jilid II. Prediksi ini semakin menguat setelah Nadiem tampak datang ke Istana Negara, Jakarta, kemarin, dan bertemu langsung dengan Presiden Jokowi.

''Saya merasa ini suatu kehormatan yang luar biasa. Saya telah diminta untuk bergabung dengan kabinet Pak Presiden. Beliau percaya saya dengan tanggung jawab ini dan saya menerima,'' ujar Nadiem.

Menurut dia, Jokowi serius ingin membawa kemajuan bagi bangsa ke depan. Meski begitu, Nadiem mengatakan belum ada pembicaraan spesifik posisi kementerian apa yang akan ditempatinya.

Praktisi media, Wishnutama Kusubandio, turut dipanggil ke Istana Negara kemarin. Wishnutama membenarkan ada ajakan untuk mengisi posisi Kabinet Kerja Jilid II. ''Saya diminta membantu beliau. Walaupun saya tak bercita-cita jadi menteri, tapi untuk sebuah kebaikan bangsa kita, saya bersedia,'' ucapnya.

Meksi begitu, Wishnutama mengatakan belum mengetahui posisi kementerian apa yang akan diembankan kepadanya. Dalam pertemuan tersebut, Wishnutama menuturkan terjadi pembicaraan intens terkait meningkatkan kreativitas bangsa dan untuk bersaing di dunia internasional. Selanjutnya, dibicarakan mengenaikan sebuah pagelaran atau sejumlah event baik nasional maupun internasional. (*/rek)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia