Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Kenalkan Seni Lukis Damar Kurung, SMAMSATU Gresik Raih Emas OPSI 2019

22 Oktober 2019, 15: 18: 41 WIB | editor : Wijayanto

JUARA: Farah Mumtahanah Mustakim dan Almi Sayyidatul Qo’idah memamerkan medali emas yang mereka raih dalam OPSI 2019.

JUARA: Farah Mumtahanah Mustakim dan Almi Sayyidatul Qo’idah memamerkan medali emas yang mereka raih dalam OPSI 2019. (RIRI MASFARDIAN/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Dua siswa SMA Muhammadiyah 1 Gresik (SMAMSATU) berhasil membawa pulang medali emas dalam kompetisi Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2019 di Surakarta, Jumat (9/10).

Mereka adalah Farah Mumtahanah Mustakim dan Almi Sayyidatul Qo’idah. Keduanya berhasil menjadi juara 1 dalam kategori bidang Ilmu Sosial Humaniora (ISH).

Mengusung konsep ‘Tradisi Seni Lukis Damar Kurung sebagai Identitas Masyarakat Gresik Jawa Timur,' Farah Mumtahanah Mustakim dan Almi Sayyidatul Qo’idah berhasil mengalahkan 201 peserta.

Perjuangan yang patut diacungi jempol. Mereka bisa melalui tahap demi tahap dalam meraih prestasi nasional. Mulai dari pendaftaran hingga seleksi secara online dan berjuang di final selama enam hari di Surakarta.

Almi menyatakan, dirinya punya banyak kenangan selama enam hari di Surakarta. Ia senang bisa bertemu dengan peserta lain yang tak kalah hebatnya.

“Selain workshop, kami juga menggelar pameran, melakukan presentasi, hingga kunjungan ke sekolah untuk promosi OPSI,” ujarnya.

Dikatakan, awal mula dirinya mengusung damar kurung karena ingin mengenalkannya kepada masyarakat luas. “Kami ambil dari berbagai referensi, baik itu buku, dokumentasi gambar damar kurung, hingga wawancara kepada 14 narasumber,” katanya.

Farah mengaku, awalnya dia pesimistis bisa meraih prestasi. Terlebih, saat melihat presentasi dari tim sekolah lain yang bagus-bagus. “Alhamdulillah bisa menang. Saya sangat kaget ketika dinyatakan menang pada pertama kalinya ikut olimpiade,” kata dia.

Harapan kedua siswa tersebut masih panjang. Mereka ingin pemerintah lebih memperhatikan damar kurung sebagai  tradisi yang sudah diakui nasional, bahkan internasional.

“Melihat antusias pengunjung pameran di OPSI terhadap damar kurung begitu kuat, saya yakin damar kurung makin mendunia,” katanya. (ri/jay)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia