Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Kali Pertama Bengawan Solo Mengering

Sembilan Kecamatan di Gresik Alami Kekeringan, Warga Terpaksa Beli Air

22 Oktober 2019, 06: 02: 53 WIB | editor : Wijayanto

KEKERINGAN: Kepala Desa Jrebeng Sujai meninjau Sungai Bengawan Solo yang melintas di desanya yang sudah kering kerontang.

KEKERINGAN: Kepala Desa Jrebeng Sujai meninjau Sungai Bengawan Solo yang melintas di desanya yang sudah kering kerontang. Menurut dia baru kali ini Bengawan Solo sampai mengering. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Kekeringan di Sungai Bengawan Solo berdampak kekurangan air di beberapa desa Gresik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan sembilan kecamatan di Gresik utara dan selatan mengalami kekurangan air bersih.

Di antaranya, Benjeng, Balongpanggang, Cerme, Menganti, Duduksampeyan, Kedamean, Sidayu, Dukun dan Bungah.

Salah satu desa yang mengalami kekeringan total yakni Desa Jrebeng Kecamatan Dukun. Warga Desa Jrebeng mengalami kesulitan air bersih. Akibatnya, mereka harus membeli air tiap hari. 

Salah satu warga Muhammad Fauzi mengatakan, kondisi kekeringan di wilayahnya sudah terjadi selama dua mingguan. “Sudah dua minggu kekeringan seperti ini. Air sumur warga juga mengering bahkan Sungai Bengawan Solo juga ikut kering,” kata Fauzi.

Padahal, selama ini warga mengandalkan air Sungai Bengawan Solo untuk kebutuhan sehari-hari. 

Kepala Desa Jrebeng Sujai mengaku, kekeringan kali ini sangat luar biasa. “Kondisi kekeringan seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Tidak pernah Sungai Bengawan Solo mengering seperti ini,” kata Sujai. 

“Selama ini, kami memanfaatkan air dari bengawan untuk dijadikan air pam dan dialirkan ke warga. Kalau Bengawan Solo mengering berarti tidak ada sumber air lagi," keluhnya, 

Kepala BPBD Tarso Sagito melalui Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi, Dianne Hetty Widajatie menjelaskan, pihaknya sudah berupaya meminta penambahan air bersih ke Provinsi Jawa Timur. “Kami selalu distribusikan, tapi memang airnya terbatas,” ungkapnya.

Untuk beberapa desa yang kekeringan yakni Desa Kalirejo, Dukuhkembar, Sekargadung, Padangbandung, Jrebeng, dan Tiremenggal dan lain sebagainya.

“Kami terus mendroping air ke wilayah terdampak. Sudah 600 tangi air bersih didistribusikan," pungkasnya.(yud/han)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia