Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Modifikasi Motor Mengarah ke Free Style

22 Oktober 2019, 08: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

KREATIF: Salah satu motor modifikasi yang dipamerkan di kawasan Makodam V Brawijaya, Surabaya.

KREATIF: Salah satu motor modifikasi yang dipamerkan di kawasan Makodam V Brawijaya, Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Antusiasme terhadap dunia Modifikasi Motor di Jawa Timur masih tinggi. Ini terlihat dari semangat para builder mengikuti Custom Bike Contest di kawasan Jalan Raden Wijaya, Surabaya, Senin (21/10).

Salah satu juri Veroland menuturkan, peminat free for all sudah berani bersaing. Modifikasi dengan style ini dapat menggunakan mesin apa pun untuk diadu. Bahkan, banyak yang berani berkompetisi di kelas yang bergengsi. "Kelas chopper dan bobber masih ada yang di bawah 250. Kalau yang di atas itu tidak diadu. Berbeda dengan free for all, style-nya sudah bermacam-macam," ujarnya.

Menurut Veroland, modifikasi motor harus memikirkan matang-matang konsep modifikasi. Konsep itu kemudian dieksekusi secara matang. "Jika kemampuannya belum, ya jangan nekat. Konsep harus dimatangkan dulu. Bisa rapi enggak, fungsional enggak, aman enggak," jelasnya. 

Veroland pun mencontohkan salah satu motor modifikasi yang konsepnya dinilai sudah matang. Yakni modifikasi tradisional chopper. "Motor warna tosca memang modelnya seperti ini. Terlihat mudah, tempat duduk dan setang biasa saja. Tetapi dikombinasi dengan mesin modern seperti mesin tua. Di bagian remnya walaupun kabelnya kelihatan tetap terlihat rapi. Finishingnya juga simpel," paparnya. 

Di sisi lain, menurut Veroland, para builder dianjurkan untuk mengikuti kompetisi. Dengan begitu, mereka dapat belajar melatih sportivitas sambil introspeksi kekurangan agar bisa membangun yang lebih baik lagi. "Yang dinilai bukan idenya saja atau catnya saja. Finishing dan painting saja kita bedakan penilaiannya," ujarnya. 

Veroland sendiri mulai melakukan modifikasi pada motor pada 1995. Pada 1999 ia mulai memodifikasi dan menjual motor karyanya untuk orang lain. Vero bahkan mengikuti Asian International Motorcycle Expo (AIME) yang diadakan pada 2007 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Nama Veroland semakin berkembang pesat seiring dengan berkembangnya dunia custom di Indonesia. Motor karyanya juga pernah menang pada AMD Motor Plus Show Bike Fighting 2017. Tahun lalu, motor buatannya dengan basis Harley Davidson Panhead tahun 1948 diikutsertakan pada ajang American Motorcycle Dealer (AMD) World Championship of Custom Bike Building di Intermot, Koln, Jerman. (cin/rek)

(sb/cin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia