Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo
Visa dan Paspor Tak Sesuai

Imigrasi Bandara Juanda Cekal 67 Wisatawan Asing

21 Oktober 2019, 07: 38: 56 WIB | editor : Wijayanto

CEK: Salah satu wisatawan asing saat diperiksa petugas imigrasi Bandara Juanda.

CEK: Salah satu wisatawan asing saat diperiksa petugas imigrasi Bandara Juanda. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Tidak semua wisatawan asing dapat bebas masuk ke Indonesia. Buktinya, petugas imigrasi juanda telah mencegat sebanyak 67 wisatawan asing yang masuk melalui bandara Internasional Juanda.

Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Juanda Tatang Suheryadin menyebutkan, jumlah itu terdata dari total pencegahan yang dilakukan petugas imigrasi Juanda dari Januari hingga Oktober 2019. Ada beberapa sebab sejumlah wisatawan asing harus dicegat petugas imigrasi.

Dari jumlah 67 orang itu, 32 wisatawan dicegat karena tidak memiliki visa. Kemudian 1 orang Daftar Pencarian Orang (DPO) kepolisian Tiongkok, 4 orang tidak memiliki dokumen sah seperti paspor yang berlaku 6 bulan.

"Sisanya karena keterangan yang berbelit, biasanya ngaku wisatawan padahal kepentingannya untuk bisnis," urai Tatang.

Tatang juga menyebut jika selama 2019 hingga Oktober, sudah ada 189.049 wisatawan asing yang masuk melalui bandara Juanda. Kebanyakan dari Malaysia, Hongkong dan Tiongkok.

Memang kedatangan wisatawan asing sangat menguntungkan bagi kemajuan sektor pariwisata. Tetapi juga tidak bisa sembarangan. "Imigrasi ada peran sekuriti, sehingga ketentuan wisatawan harus dipenuhi," imbuhnya.

Harapannya, semua pihak dapat mengikuti prosedur yang sudah ada. Indoensia sangat terbuka lebar untuk wisatawan asing. Namun tetap harus mengikuti aturan yang ada.

Peran sekuriti terhadap orang asing yang masuk ke Indonesia memang menjadi pekerjaan petugas imigrasi. Karena itu, petugas imigrasi memang sengaja dilatih untuk mendeteksi hal itu.

Petugas imigrasi juga lebih peka terhadap gerak gerik penumpang sehingga bisa mendeteksi lebih awal. "Memang ada pelatihannya, untuk peka terhadap gerak gerik penumpang," pungkas Tatang. (son/nis)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia