Senin, 18 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Integrasi 3 In 1 Pemerintah, Perusahaan dan PT Hadapi Era Industri 4.0

20 Oktober 2019, 19: 56: 37 WIB | editor : Wijayanto

ANTISIPASI: Para narasumber dalam acara "Industrial and University Gathering In 4.0 Networking Collaboration Era" di UMAHA, Sabtu (19/10) malam.

ANTISIPASI: Para narasumber dalam acara "Industrial and University Gathering In 4.0 Networking Collaboration Era" di UMAHA, Sabtu (19/10) malam. (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO– Era Industri 4.0 menjadi tantangan besar bagi masyarakat. Terlebih bagi para mahasiswa yang akan meneruskan tongkat estafet keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka, sangat penting punya bekal yang cukup untuk menghadapi era yang serba otomatisasi itu. 

Demi membekali mahasiswa serta dosen agar bisa bersaing, Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA) Sidoarjo, Sabtu (19/10) malam, menggelar pertemuan bertema “Industrial and University Gathering in 4.0 Networking Collaboration Era.”

Sebuah ajang berkumpul antara pelaku usaha dengan dunia perguruan tinggi untuk mengadakan link and match agar ada sinkronisasi serta pembahasan untuk mengatasi dunia digital yang semakin berkembang.

KENANG-KENANGAN: Rektor Umaha, Dr. Achmad Fathoni Rodli, M.Pd (kiri) memberikan cinderamata.

KENANG-KENANGAN: Rektor Umaha, Dr. Achmad Fathoni Rodli, M.Pd (kiri) memberikan cinderamata. (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SIDOARJO)

Hadir sebagai narasumber PT Tustika Nagata, PT Barata Indonesia, PLN Jawa Timur, PT Industri Kereta Api (INKA), Kemenristek Dikti, Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), LLDIKTI VII Jawa Timur, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Sidoarjo dan Imus Institute of Science and Technology Philipina.  

Rektor UMAHA, Dr. Achmad Fathoni Rodli, M.Pd menyampaikan bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dengan industri sudah berjalan, namun belum optimal.

Melalui pertemuan tersebut, Presiden Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia (P-ADRI) itu ingin menawarkan kerja sama integratif 3 in 1 antara pemerintah, perusahaan dan perguruan tinggi (PT).

“Hasil pertemuan ini, kita tindaklanjuti dengan MoU desk to desk. Kemudian seremonial di awal Desember bertempat di Gedung Negara Grahadi,” ujarnya. 

Achmad Fathoni Rodli optimistis kerja sama integratif 3 in 1 tersebut akan berjalan dengan lancar. Apalagi dengan dukungan 270 ribu dosen di seluruh Indonesia yang tergabung di ADRI, serta 118 perguruan tinggi dalam negeri dan 10 negara luar negeri.

Di antaranya Australia, India, Philipina, Thailand, Taiwan, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Singapura dan Arab Saudi yang telah bekerja sama dengan UMAHA.

Ia yakin dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam mengembangkan ekonomi Jawa Timur melalui peindustrian. “SDM yang unggul di revolusi industri 4.0 adalah orang yang bisa menyesuaikan dalam kehidupan society 5.0,” tegasnya. 

Nantinya, dengan integrasi yang sudah terjalin, akan ada dewan pertimbangan perindustrian di masing-masing perusahaan dan perguruan tinggi. (rpp/nis)

(sb/rpp/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia