Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Fenomena Ikan Mengambang di Sungai Brantas

Warga Panen, Diduga Kekurangan Oksigen karena Pencemaran dan Kemarau

20 Oktober 2019, 13: 52: 03 WIB | editor : Wijayanto

PANEN IKAN: Warga di sekitar bantaran Sungai Berantas di Kecamatan Wringinanom ramai-ramai mencari ikan yang mengambang.

PANEN IKAN: Warga di sekitar bantaran Sungai Berantas di Kecamatan Wringinanom ramai-ramai mencari ikan yang mengambang. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Warga di bantaran Sungai Brantas Desa Sumengko Kecamatan Wringinanom panen ikan yang kelimpungan. Diduga ikan-ikan tersebut kekurangan oksigen saat musim kemarau panjang. 

Dari pantauan di lapangan, banyaknya ikan yang kelimpungan tersebut mulai diketahui warga Desa Sumengko Kecamatan Wringinanom sekitar pukul 06.00 WIB. Beberapa jenis ikan yang kelimpungan yaitu ikan nilem, ikan rengkik, bader abang dan keting.

Melihat berbagai jenis ikan, warga yang langsung mencebur ke sungai dan berusaha menangkap ikan yang kelimpungan dan berenang tak beraturan. Ikan-ikan tersebut berusaha naik kepermukaan seolah kekurangan oksigen.

“Sampai di permukaan air, ikan-ikan itu disambut dengan jaring, serok dan alat-alat penangkap ikan," kata Direktur Eksekutif Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) Prigi Arisandi.

Sampai pukul 08.15 WIB, warga pencari ikan makin ramai dan sudah mencapai Desa Lemahputih Kecamatan Wringinanom. Akibatnya, air sungai menjadi keruh. 

Dari banyaknya ikan dan biota lain di Sungai Brantas dikhawatirkan merusak ekosistem lingkungan di Kalimas. Pemerintah mencari penyelesaian agar ikan dan biota di Sungai Kalimas tetap terjaga walaupun musim kemarau. 

"Ini dibutuhkan penanganan dari pengelola sungai untuk melakukan pengenceran air agar kondisi air bisa layak untuk kehidupan ikan. Selian itu, dibutuhkan keseriusan pemerintah untuk mencari sumber penyabab ikan mati yang kemungkinan terjadi di Kali Surabaya," imbuhnya. 

Menurut Prigi, kami menduga ada kegiatan pembuangan limbah cair atau pencucian wadah sisa bahan-bahan kimia yang larutannya dibuang ke sungai saat mencuci.

Untuk itu, diperlukan perhatian pemerintah karena air di Sungai Brantas digunakan air PDAM Surabaya dan PDAM Giri Tirta Gresik. 

"Ini bila tidak ditangani, selain akan mengancam kelestarian ikan juga mengganggun cadangan air bersih PDAM Surabaya dan PDAM Gresik," katanya. (yud/han)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia