Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Inilah 7 Fakta Kasus Penculikan dan Pembunuhan Sales UMC

19 Oktober 2019, 12: 18: 02 WIB | editor : Wijayanto

OTAK: Inisiator penculikan dan pembunuhan terhadap korban yakni pasutri Rulin Rahayu Ningsih dan Bambang Irawan.OTAK: Inisiator penculikan dan pembunuhan terhadap korban yakni pasutri Rulin Rahayu Ningsih dan Bambang Irawan.

OTAK: Inisiator penculikan dan pembunuhan terhadap korban yakni pasutri Rulin Rahayu Ningsih dan Bambang Irawan.OTAK: Inisiator penculikan dan pembunuhan terhadap korban yakni pasutri Rulin Rahayu Ningsih dan Bambang Irawan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Kasus penculikan yang berakhir dengan terbunuhnya Bangkit Maknutu Dunirat, 32, warga Jalan Asrikaton, Malang, akhirnya terungkap. Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil menangkap empat orang pelaku.

DIOTAKI PASUTRI: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus penculikan serta pembunuhan di Mapolrestabes Surabaya.

DIOTAKI PASUTRI: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus penculikan serta pembunuhan di Mapolrestabes Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Dua di antaranya adakah pasangan suami-istri (pasutri) yang menjadi otak sekaligus inisiator penculikan dan pembunuhan terhadap korban.

Inilah fakta-fakta kasus penculikan yang berujung pada pembunuhan terhadap karyawan marketing PT UMC tersebut.

1. Diotaki Pasutri

Kasus ini diotaki pasutri Bambang Irawan, 27, dan Rulin Rahayu Ningsih, 32, warga Perumahan Magersari, Sidoarjo. Sementara dua pelaku lain yang ditangkap adalah Kresna Bayu Firmansyah, 22, warga Jalan Nyamplungan, Semampir, Surabaya, dan M Rizaldy Firmansyah, 19, warga Jalan Dinoyo, Surabaya.

Polisi masih mencari dua teman tersangka lain yang sudah diketahui yakni Alank Resky Pradana, warga Jalan Stasiun, Kecamatan Taman, Sidoarjo dan Muhamad Imron Rusyadi, warga Jalan Jatirejo, Kecamatan Sugiyo, Lamongan. Keduanya disebut ikut melakukan penganiayaan hingga korban meninggal dunia.

2. Motif Dendam dan Asmara

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, penculikan berujung pada pembunuhan itu dilatarbelakangi dendam dan sakit hati yang berawal dari persoalan utang korban kepada Rulin.

Korban Bangkit dan tersangka Rulin diketahui pernah menjalin hubungan asmara selama dua tahun pada 2015 hingga 2017. Saat itu, korban diketahui membeli mobil secara kredit seharga Rp 93 juta namun diatasnamakan Rulin.

“Korban tidak membayar kredit tersebut, tapi malah Rulin yang membayar,” katanya.

Tersangka Rulin masih terus membayar cicilan utang tersebut hingga kemudian berhubungan dengan Bambang Irawan yang kemudian menjadi suaminya. Bambang mengetahui utang piutang tersebut dan mencoba menagih ke korban.

Korban sempat memberi uang Rp 5 juta. Namun kemudian tidak ada pembayaran lagi hingga pasutri Bambang dan Rulin menagih ke rumah korban di Sumenep, Madura. “Namun, keduanya malah diusir saat menagih di rumah korban. Saat itulah timbul dendam,” terang AKBP Leonardus.

3. Dipancing Mantan Pacar

Hingga akhirnya, Rulin mengetahui jika korban hendak melakukan pelatihan sebagai tenaga sales marketing di Kantor UMC, Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Pasutri ini dibantu oleh rekan kerjanya yang lain merencanakan akan menculik korban.

Rulin yang diberi tugas membujuk korban dengan mengajaknya bertemu usai pelatihan. “Rulin pun menelepon korban untuk bertemu,” tuturnya.

Pada Senin (14/10), Rulin sudah berada di parkiran UMC, Jalan Ahmad Yani. Sekitar pukul 16.00, korban yang sudah selesai pelatihan menuju ke parkiran dan bertemu dengan Rulin.

Usai bertemu, korban hendak pulang tapi dicegah oleh Rulin bersama petugas keamanan setempat yang sudah dimintai tolong oleh tersangka untuk menangkap korban. “Rulin meminta korban untuk menunggu suaminya datang,” ujarnya.

Tak lama kemudian, suami Rulin datang bersama tiga tersangka lain. Korban langsung ditarik dan dimasukkan ke dalam mobil Suzuki Ertiga nomor polisi W 1805 VB. Kelima tersangka masuk, lalu meninggalkan kantor dealer tersebut.

4. Korban Sempat Kabur, Dianiaya di Mobil

Sesampainya di Jalan Ketintang, ketika kondisi jalan macet, korban sempat berhasil keluar dari mobil dan meminta tolong warga. Bambang yang mengetahui hal ini meneriakinya maling dan sempat memukul korban sekali. Warga pun membubarkan diri dan korban dibawa masuk lagi ke mobil.

Saat itu pula, terjadi kecelakaan. Mobil yang dikemudikan tersangka Bambang menabrak Honda Brio. Mereka pun kembali ke UMC untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Saat itulah, tersangka Rulin memilih pulang dan tidak ikut lagi. Sehingga Bambang memanggil satu temannya, Rizaldi, ikut bergabung.

“Dalam mobil tersebut ada tersangka Bambang, Al (DPO), Kresna, Im (DPO), dan Rizaldi. Mereka menuju ke Batu. Saat itu korban diikat menggunakan tali biru yang digunakan untuk memasang tanda pengenalnya (tag name) waktu pelatihan,” ungkapnya.

Selama perjalanan, korban dipukuli bergantian oleh empat tersangka. Sedangkan Bambang hanya mengemudikan mobil. Mereka sempat berputar-putar di kawasan Batu.

Hingga akhirnya Bambang kalap dan merencanakan membunuh korban. Korban yang sudah babak belur sempat ditutup jaket agar tidak berontak namun terus dianiaya.

Sesampainya di Sungai Watu Ondo, Batu, tersangka Bambang menghentikan mobilnya. Ia kemudian dibantu tersangka lainnya mengeluarkan korban. Sebelumnya Bambang sempat membenturkan kepala korban ke besi pembatas jembatan.

Bambang lantas menendang korban hingga terjun ke dasar sungai setinggi 50 meter. “Korban sebenarnya masih hidup dan sempat teriak ketika terjun ke dasar sungai,” katanya.

5. Ambil Uang Korban dan Dibagi-bagi

Selain menculik dan menganiaya korban yang mengakibatkan hilangnya nyawa, para tersangka ternyata juga merampas uang korban senilai Rp 900 ribu.

“Mereka sempat membagi uang yang dirampas Rp 900 ribu untuk lima orang tersangka. Kemudian mereka pulang sendiri-sendiri usai mengeksekusi korban di Batu,” katanya.

6. Penculikan Direncanakan, Pelaku Bawa Sajam

AKBP Leonardus mengatakan, mereka ini merencanakan untuk melakukan penculikan tersebut dan sudah menyiapkannya.

Tersangka ini juga membawa pisau penghabisan namun apakah ini digunakan atau tidak pihaknya masih menunggu hasil otopsi.

“Ini juga nanti yang menjelaskan penyebab kematian korban (apakah ditusuk senjata tajam atau karena dilempar ke sungai, Red),” ungkapnya.

Sebab selain luka-luka parah di wajah dan sekujur badannya, diketahui ada luka tusuk di dahi korban.

7. Rulin Tak Tahu Suaminya Bunuh Mantan Pacar

Sementara itu, tersangka Rulin mengaku tidak tahu jika Bambang, suaminya, membunuh mantan pacarnya tersebut. Ia tahu jika Bangkit terbunuh dari polisi.

Bambang sendiri mengaku tidak ada niat untuk membunuh korban. Namun, ia mulai muntab saat korban tidak mau membayar utangnya dan melawan di dalam mobil. “Saya khilaf. Saya terpikir untuk membunuhnya saat perjalanan menuju ke Cangar,” katanya. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia