Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Ada Tiga Sumur Minyak, Akan Dilakukan Analisa Lanjutan

19 Oktober 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

APAKAH AMAN DITINGGALI?: Petugas Badan Geologi Nasional Kementerian ESDM saat melakukan penelitian dengan alat georadar di sekitar semburan minyak Kut

APAKAH AMAN DITINGGALI?: Petugas Badan Geologi Nasional Kementerian ESDM saat melakukan penelitian dengan alat georadar di sekitar semburan minyak Kutisari beberapa waktu lalu. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kemarin, Jumat (18/10) bersama Badan Geologi Nasional Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar pertemuan di kantor Badan Geologi Nasional di Bandung.

Kepala BPB Linmas Kota Surabaya Eddy Christijanto saat dihubungi Radar Surabaya mengatakan, pembicaraan tersebut terkait dengan penemuan beberapa sumur minyak dengan alat georadar yang dilakukan pada dilakukan pada 3-4 Oktober lalu oleh Badan Geologi Nasional Kementerian ESDM. Juga penelitian dan analisa lanjutan yang akan dilakukan terkait temuan sumur minyak tersebut. 

“Kami hari ini (kemarin, Red) memenuhi undangan dari Badan Geologi Nasional terkait dengan temuan sumur minyak hasil dari penelitian tim Badan Geologi. Hasilnya ditemukan tiga sumur minyak yang ditemukan di Kutisari Indah Utara III berdekatan dengan semburan minyak dan Kutisari Indah Utara II,” katanya.

Dari hasil penemuan sumur minyak yang berada di dasar tanah tersebut tidak ada sisi ekonomis untuk bisa diolah. ”Menurut dugaan mereka minyak tersebut kurang ekonomis untuk diolah,” imbuhnya. 

Eddy juga mengungkapkan, nantinya pihak Badan Geologi akan meneliti lebih dalam terkait dengan sumur minyak di daerah Kutisari. “Kemarin kan yang dilakukan hanya di tiga tempat saja tidak menyeluruh. Rencananya Badan Geologi juga akan melakukan penelitian lebih dalam terkait adanya sumur tersebut, karena juga ada penemuan di sumur tersebut ada tertulis Biro Petrolium Nederland, berarti itu memang betul sumur minyak tua milik Belanda,”ungkapnya.

Pihak Pemkot Surabaya yang diwakili oleh BPB Linmas, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan Rakyat Kawasan permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang, Bappeko, dan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan tersebut juga meminta adanya kepastian apakah kondisi wilayah tersebut aman untuk menjadi hunian. “Tadi kami juga memohon adanya kepastian terkait dengan keamanan wilayah tersebut dari adanya sumur minyak, mereka juga katanya akan melakukan pemantauan kepada lokasi tersebut. Sehingga nantinya apabila muncul semburan tersebut dapat diketahui. Ya katanya sih nunggu dua minggu mereka akan kembali lagi ke Surabaya untuk mengadakan penelitian lebih lanjut,” terangnya.

Selain itu Kepala Sub Bidang Geofisika Dasar dan Terapan Kementerian ESDM Lucki Junursyah mengatakan, bahwa pihak sudah menjelaskan dari hasil penelitian yang dilakukan menggunakan alat georadar. Hasil analisa tersebut berupa data dan peta. “Kami sudah sampaikan ke pemkot  mengenai hasilnya, memang ada tiga titik sumur yang sudah kami dapatkan hasilnya dari alat georadar tersebut. Di gang II (Kutisari Indah Utara II) itu ada satu titik sumur minyak, kemudian di gang III (Kutisari Indah Utara III) ada dua titik sumur minyak,” terangnya.

Pihaknya ke depan akan melakukan analisa lebih dalam lagi terkait dengan titik minyak tersebut dengan menggunakan alat lainnya. “Rencananya kami menggunakan alat geolistrik, namun nanti akan menggunakan alat lainnya, karena kalau geolistrik kabelnya itu harus ditancapkan ke tanah dan itu jalan harus benar-benar steril,” katanya.

Terkait dengan penutupan titik semburan Lucki mengatakan pihaknya akan terus memantau pergerakan dari semburan minyak dan sumur minyak dengan saling berkoordinasi dengan pemkot. (rmt/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia