Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo
Sekjen DPP PDIP Sowan ke Gus Ali

Ada Sinyal Dukungan buat Gus Muhdlor Maju Pilkada Sidoarjo

18 Oktober 2019, 19: 50: 21 WIB | editor : Wijayanto

SILATURAHMI : Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto (dua dari kiri) berjalan bersama Ketua PDIP Jatim Kusnadi dan pengasuh Ponpes Bumi Shalawat, KH Agus A

SILATURAHMI : Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto (dua dari kiri) berjalan bersama Ketua PDIP Jatim Kusnadi dan pengasuh Ponpes Bumi Shalawat, KH Agus Ali Mashuri dan putranya Ahmad Muhdlor Ali (lima dari kiri). (LUKMAN ALFARISI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengunjungi Ponpes Bumi Shalawat di Jalan Kyai Dasuki No 1 Desa Lebo, Tulangan, Jumat (18/10) siang.

Hasto tak sendiri, ia didampingi oleh Ketua DPD PDIP Jawa Timur Kusnadi dan Sekretaris, Sri Untari. Keduanya disambut oleh pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Bumi Shalawat, KH Agus Ali Mashuri.

Sesampai di ponpes, Hasto dan rombongan tampak ngobrol santai di ruang tamu dengan Gus Ali, sapaan KH Agus Ali Mashuri. Bahkan sesekali mereka terlihat tertawa lepas.

Di ruang tamu itu, tampak pula Ahmad Muhdlor Ali, putra KH Agus Ali Mashuri yang digadang-gadang bakal maju sebagai calon kepala daerah (cakada) Sidoarjo pada pilkada tahun depan.

Setelah jamuan selesai, Hasto kemudian melakukan pertemuan tertutup dengan Gus Ali. Usai pertemuan, mereka kemudian bertolak ke gedung olah raga Ponpes Bumi Shalawat. Saat berjalan, Hasto mendapat penjelasan setiap bangunan pesantren dari Gus Ali.

Hasto menyebut, kedatangannya hanya untuk bersilaturahmi. “Kami juga bersama dengan Gus Muhdlor membahas kerja sama ke depan antara PDIP dengan keluarga besar Nahdliyin,” kata Hasto.

Selain itu, Hasto mengaku seluruh permasalah umat menjadi perbincangannya. Tak terkecuali manyangkut pilkada serentak pada tahun depan. Bahkan pihaknya meminta arahan langsung kepada Gus Ali terkait hal itu.

Menurut Hasto, PDIP merupakan bagian dari NU, dan NU menjadi pendukung utama bagi PDIP.

Disinggung apakah berarti dukungan PDIP untuk Gus Muhdlor, Hasto mengatakan keputusan cakada merupakan kewenangan DPP PDIP.

Akan tetapi, melalui pertemuan itu, pihaknya dapat berdiskusi langsung dengan Gus Muhdlor. “DPP juga sesuai dengan kewenangannya bisa jemput bola,” paparnya.

Ditanya apakah kedatangannya bagian dari upaya jemput bola, Hasto menyatakan selain bersilaturahmi, dirinya juga bertemu dengan tokoh untuk meminta masukan tentang kondisi objektif.

Sebab pihaknya melihat adanya kondisi yang bertolak belakang antara Surabaya dan Sidoarjo. “Sehingga ke depan ini harus jadi satu kesatuan,” ujarnya.

Sementara itu, Gus Muhdlor menegaskan bahwa kolaborasi antara nasionalis dan religius adalah hal yang sudah terbentuk sejak lama.

Gus Muhdlor memastikan, koalisi religius-nasionalis akan menjadi koalisi yang kuat. Harapannya dapat berguna bagi masyarakat Sidoarjo. “Sidoarjo ini butuh perubahan, bukan meneruskan,” katanya tegas.

Gus Muhdlor mengatakan, dalam kontestasi politik, intinya adalah menang. Sehingga bagaimana caranya pihaknya dapat merebut semakin banyak simpati dan kemenangan.

"Intinya, koalisi tersebut adalah koalisi menuju Sidoarjo Maju dan Sidoarjo yang pro terhadap perubahan. Sidoarjo ini butuh perubahan, bukan meneruskan,” tandasnya lagi. (far/jay)

(sb/far/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia