Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Pembangunan Lambat, Proyek Jalan Betoyo Disorot Dewan

18 Oktober 2019, 14: 56: 49 WIB | editor : Wijayanto

LAMBAT: Anggota Komisi III DPRD Gresik Syahrul Munir saat memantau proyek Jalan Betoyo.

LAMBAT: Anggota Komisi III DPRD Gresik Syahrul Munir saat memantau proyek Jalan Betoyo. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

GRESIK - Peningkatan Jalan Betoyo-Dagang di Desa Tanggulrejo, Manyar menuai protes warga. Selain pengerjaan yang lambat, debu dan kemacetan menjadi pemicu. Proses pengerjaan sudah dua bulan, namun progresnya baru 30 persen.

Kondisi itu direspon anggota DPRD Gresik M. Syahrul Munir. Politisi PKB itu melakukan sidak.  Hasilnya selain lambat, Syahrul juga mendapati adanya pengerjaan yang tak sesuai. Misal, pembangunan gorong-gorong. “Seharusnya pakai U-Ditch atau saluran air dari beton.  nah ini Cuma pakai batu kali,” ungkap Syahrul. 

Dia mengatakan proyek senilai Rp 9 miliar itu, sudah dua bulan pengerjaan, namun progresnya masih 30 persen. Padahal targetnya selesai bulan Desember 2019 dan sebentar lagi masuk musim penghujan. “Saya pesimis bisa selesai,” imbuhnya.

Sementara itu, Kades Tanggulrejo Karim Aly mengaku selama ini pengerjaan proyek terkesan tertutup. Bahkan, pihaknya tidak pernah diajak membahas perencanaan proyek. Kurang sosialisasi. “Tiap kali kami tanya tentang desain proyek, mereka (kontraktor, red) tidak pernah nunjukin,” ujar Karim.

Sementara perwakilan kontraktor PT Berkat Rahmat Sejati, Tri Susanto menjelaskan panjang ruas jalan yang dibangun 1 kilometer, dengan lebar 7 meter dan tinggi 45 sentimeter. Meski baru 30 persen, namun ia sanggup menyelesaikan sebelum akhir Desember. “Mengenai U-Ditch. Kami konsultasikan ke Dinas PUTR dulu, sebab dari plan awal memang tak ada,” pungkasnya. (yua/rof)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia