Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Jadi Pembicara di Forum UNICEF, Risma Bagi Resep Kota Layak Anak

18 Oktober 2019, 12: 48: 20 WIB | editor : Wijayanto

INSPIRING: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berdiskusi dengan sejumlah delegasi dalam forum UNICEF di Koln, Jerman.

INSPIRING: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berdiskusi dengan sejumlah delegasi dalam forum UNICEF di Koln, Jerman. (HUMAS PEMKOT FOR RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melakukan kunjungan kerja ke Jerman selama tiga hari. Risma menjadi pembicara di forum United Nations Emergency Children’s Fund (UNICEF)-Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertajuk Child Friendly Cities Summit di Kota Koln, Jerman.

Menurut Risma, Pemkot Surabaya menyediakan pendidikan gratis dari taman kanak-kanak (TK) sampai sekolah menengah pertama (SMP). Pemkot juga memfasilitasi beasiswa bagi siswa berprestasi. Hingga saat ini, sudah ada 1.600 siswa yang mendapat beasiswa.

“Mereka juga kami berikan kelengkapan sekolah gratis, seragam, buku, dan sepeda. Kami juga rutin mengirim guru dan siswa ke luar negeri untuk bertukar pengalaman dan pelatihan,” katanya kemarin.

Risma menambahkan, pemkot juga memperhatikan nasib anak berkebutuhan khusus (ABK) di Surabaya. Sejumlah ABK dikirim untuk belajar mandiri di Liverpool, Inggris, tepatnya di St Vincent's School.

“Manfaatnnya luar biasa. Salah satu contohnya, ABK itu langsung bisa berjalan sendiri pakai tongkat setelah pulang dari Liverpool,” paparnya.

Risma juga memaparkan upaya pemkot menciptakan Kampung Pendidikan dan membudayakan kembali permainan tradisional untuk anak-anak. Itu sebagai salah satu strategi mengajarkan kepada anak-anak tentang budaya lokal serta upaya mengurangi kecanduan gadget.

“Kami sudah membangun 524 lapangan olahraga dan 475 taman umum di Kota Surabaya. Semua fasilitas ini dapat diakses siapa pun dan tidak dipungut biaya sepeser pun,” terangnya.

Selain itu, Risma menambahkan, anak-anak di Surabaya juga dilibatkan untuk menjaga lingkungan. Siswa secara aktif terlibat melalui program Eco School dan urban farming. “Mereka diajak menanam pohon,” katanya.

Pemkot juga berusaha menjamin hak dan perlindungan warga Surabaya dengan layanan Command Center 112, pemasangan CCTV lebih dari 1.200 unit, Family Learning Center, dan penempatan petugas linmas di berbagai titik di Kota Surabaya.

“Kemudian pemantauan rutin warung internet (warnet) untuk melindungi anak-anak dari konten daring yang berbahaya,” imbuhnya.

Risma juga mengajak para delegasi dari berbagai negara untuk bersama-sama mendukung penuh anak-anak. Bagi dia, semua anak punya kesempatan menjadi orang yang lebih baik lagi.

“Anak-anak Surabaya yang awalnya terjerumus ke hal-hal negatif akhirnya bisa ditolong dan didampingi oleh pemkot sehingga berhasil,” pungkasnya. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia