Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Capek Nunggu Suami 'On,' Cari Pelampiasan ke Mainan Seks

18 Oktober 2019, 05: 31: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Lelah mencari kepuasan dari mainan seks, Karin, 34, memacari pria tampan. Yang tentu saja, lebih interaktif, menggemaskan, dan menantang. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Karin diceraikan oleh suaminya, Donwori, setelah ketahuan punya selingkuhan. Namun bukannya sedih, ia malah bahagia. Karena pikirnya,  ia bisa lepas dari penderitaan dan kesepian tiada tara yang melandanya beberapa tahun terakhir. 

Penderitaan Karin bermula pada kecakapan Donwori di ranjang menurun drastis. ‘Itunya’ Donwori yang dulunya normal-normal saja, tiba-tiba gampang tumbang. Dulu, pikirnya, mungkin penyebabnya karena kelelahan. Namun, dibiarkan lama-lama tetap tak mau bangkit.

Hingga akhirnya tumbang sama sekali. Dugaan kuat Karin, impotensi suaminya ini karena kebiasaan merokok Donwori yang kebangetan. Yang sehari bisa habis dua bungkus tanpa sisa. 

"Sing bikin ngenes, dia diobati gak mau. Terus minder, akhirnya setiap diajak begituan, mundur duluan. Takut mengecewakan saya, katanya," cerita Karin dengan perasaan kesal, saat berada di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Surabaya.

Karena kebutuhan biologisnya yang tidak tersalurkan itu, Karin akhirnya mencari pelampiasan lewat sex toys yang ia beli di toko daring. Awalnya, ia hanya coba-coba. Lama-lama ia makin ketagihan menjajal berbagai varian.

"Ya satu-satunya pemenuhan kebutuhan biologisku itu. Mau gimana, Mas Wori ini orangnya aneh. Usianya gak tua-tua banget, tapi kok blas gak ngeh. Sudah kehilangan gairah bercinta," lanjutnya. 

Setahun dua tahun, Karin pun pacaran dengan mainan seksnya. Sembari tetap bertahan menjadi pendamping Donwori. Namun, banyaknya mainan ternyata tetap tidak menjamin kebahagiannya. Ia masih saja gelisah. Masih butuh sentuhan hangat dari sesuatu yang hidup. Itulah mengapa ia mulai mencoba-coba mencari selingkuhan. 

Perjalanan mencari selingkuhan ini, kata Karin, juga tak mulus. Ia lebih sering dapat brondong yang hanya mau hartanya saja, ketimbang yang benar-benar sama-sama suka. Hingga saat hampir menyerah, eh tanpa sengaja ia kenalan dengan Donjuan, 36, yang katanya, cintanya tak sekadar cinta pada harta. 

"Kenalannya juga gak sengaja. Dia nodong ngajak kenalan pas saya jalan-jalan di mal. Pas lihat orangnya. Wah kayaknya lumayan nih. Akhirnya kita tukar-tukaran nomor hape, chatting-an. Cocok akhirnya jadian," lanjut Karin dengan pipi bersemu pink. 

Perihal dicerai karena ketahuan selingkuh ini, Karin sebenarnya memang sengaja. Karena kalau ngomong mau cerai secara blak-blakan, ia sungkan ke suaminya. Takut Donwori tersinggung. Akhirnya ia memilih cara yang tidak langsung. Dengan sengaja manas-manasi Donwori dengan teleponan tiap malam.

"Ya mungkin saya jahat ya. Kenapa gak dari dulu saya cerai. Karena dulu saya belum berani. Siapa yang support kebutuhan saya kalau cerai dengan Mas Wori. Karena sekarang sudah ada Donjuan, makanya sekarang pede kalau mau cerai juga. Karena dia bilang mau nikahin saya setelah urusan cerai ini selesai," pungkasnya tanpa beban. (*/opi) 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia