Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik
Bank BNI Cabang Gresik

Dorong Transaksi Agen Laku Pandai, Serahkan Kartu Bebas Antre

17 Oktober 2019, 22: 19: 08 WIB | editor : Wijayanto

BEBAS ANTRE: Pemimpin Jaringan dan Layanan Wilayah BNI Kanwil Surabaya, Anak Agung Gede Putra (dua kiri) dan Direktur Pengawasan LJK II dan Manajemen Strategis OJK Regional 4 Jatim, Mulyanto (dua kanan) memberikan reward kartu bebas antre ke dua Agen46.

BEBAS ANTRE: Pemimpin Jaringan dan Layanan Wilayah BNI Kanwil Surabaya, Anak Agung Gede Putra (dua kiri) dan Direktur Pengawasan LJK II dan Manajemen Strategis OJK Regional 4 Jatim, Mulyanto (dua kanan) memberikan reward kartu bebas antre ke dua Agen46. (M FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Kantor Cabang Gresik mendukung upaya pemerintah dalam mendorong layanan laku pandai agar bisa menyentuh semua lapisan masyarakat. Salah satu strategi yang dilakukan dengan memberikan dorongan pada Agen46 BNI agar lebih aktif menawarkan layanan kepada masyarakat. Sekitar 50 agen BNI aktif tersebar di wilayah Gresik dan Lamongan diundang gathering yang diselenggarakan di Hotel Santika Gresik, Kamis (17/10). Tujuan digelarnya acara itu untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi sehingga mendukung layanan laku pandai yang disediakan BNI.

Selain dihadiri manajemen BNI Cabang Gresik, acara tersebut juga dihadiri Pemimpin Jaringan dan Layanan Wilayah BNI Kantor Wilayah Surabaya, Anak Agung Gede Putra dan Direktur Pengawasan LJK II dan Manajemen Strategis OJK Regional 4 Jawa Timur, Mulyanto. 

Pemimpin BNI Cabang Gresik, Faizal Isnaeni mengungkapkan, pihaknya melakukan penetrasi keagenan BNI46 di wilayah Gresik dan Lamongan. BNI menargetkan memiliki satu Agen46 di setiap desa yang ada di dua kabupaten tersebut.

KOMPAK : Manajemen BNI dan Pejabat OJK berfoto bersama para Agen46 seusai acara.

KOMPAK : Manajemen BNI dan Pejabat OJK berfoto bersama para Agen46 seusai acara. (M FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

“Saat ini, jumlah Agen46 BNI di wilayah Gresik dan Lamongan mencapai 1.480 agen dengan rata-rata 1.000 transaksi disetiap bulannya. Sedangkan dana yang diputar oleh mereka cukup besar hingga mencapai Rp 44 miliar,” paparnya.

Dikatakan, sebagai bentuk apresiasi kepada Agen46 BNI Cabang Gresik memberikan layanan freepass atau kartu bebas antri saat di teler. Pada tahap awal kartu ini diberikan kepada 15 Agen46 BNI memiliki rata-rata 50 transaksi setiap bulan dengan saldo mengendap minimal Rp 100 juta.

“Saat ada pencairan KUR Tani atau PKH banyak Agen46 yang mengeluh antrean di teler. Padahal, mereka harus melakukan transaksi kepada masyarakat dengan cepat. Untuk itu kami luncurkan layanan bebas antri untuk mendukung keandalan para agen,” imbuhnya.

Pemimpin Jaringan dan Layanan Wilayah BNI Kantor Wilayah Surabaya, Anak Agung Gede Putra menegaskan, pihaknya berkomitmen mendukung layanan laku pandai dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini diwujudkan dengan gencar melakukan kampanye dan sosialisasi kebawah mengenai keunggulan dan manfaat layanan tersebut.

“Bisnis laku pandai memiliki potensi yang sangat besar jika dikembangkan. Untuk wilayah Jatim saja ada sekitar 26.000 agen atau 20 persen dari jumlah Agen46 seluruh Indonesia,” katanya.

Dikatakan, tahun ini pihaknya mentargetkan jumlah Agen46 mencapai 30.000 agen. Agung optimis target itu tercapai seiring dengan banyaknya keuntungan dan program reward yang ditawarkan BNI. Salah satunya dengan memberikan hadiah mobil, motor, peralatan elektronik dan uang tunai bagi Agen46 yang memiliki kinerja bagus. 

“Saat ini banyak bantuan sosial pemerintah yang disalurkan melalui Agen46. Kami optimis bisnis ini semakin menguntungkan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi di tengah masyarakat,” tandasnya. 

Ditempat sama, Direktur Pengawasan LJK II dan Manajemen Strategis OJK Regional 4 Jawa Timur, Mulyanto berharap agar Agen46 BNI eksisting bisa menjadi endoser agar masyarakat beramai-ramai menggunakan layanan laku pandai. Khususnya masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan.

“Di wilayah Gresik dan Lamongan banyak desa yang belum memiliki agen laku pandai. Untuk itu, Agen46 BNI diharapkan mengajak dan kampanye kepada masyarakat agar mendukung program inklusi keuangan yang digalakkan pemerintah sejak 2015 itu,” pungkasnya. (fir/han)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia